Berapa Yang Dapat Di Hemat dari Earth Hour 60 + Kemarin

Selain di ibukota, Earth Hour yang berlangsung pada hari Sabtu (26/3) selama satu jam itu dilaksanakan di beberapa kota besar lainnya, seperti Bandung, Semarang, DI Yogyakarta, Surabaya, dan beberapa kota di Bali secara serentak. Selama satu jam, Indonesia berpartisipasi dengan mematikan listrik di ikon-ikon kota besar tersebut.

Di Jakarta sendiri, perayaan Earth Hour sendiri dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, dan beberapa figur, seperti Charles Bonar Sirait serta Bambang Pamungkas. Earth Hour di Jakarta dirayakan dengan mematikan lampu di Monumen Nasional, Bundaran Hotel Indonesia (HI), dan sepanjang Jalan Thamrin. Di Balai Kota, para tamu undangan yang hadir mengayuh sepeda untuk menyalakan lampu dari lambang Earth Hour 2011, hal ini dilakukan sebagai simbol bahwa masyarakat dapat menggunakan energi terbarukan, bukan hanya energi yang berasal dari fosil.


Earth Hour tahun ini telah berhasil menghemat sekitar 600 megawatt untuk wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Pada tahun ini, pelaksanaan Earth Hour di Jakarta telah menghemat sekitar 170 megawatt, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 120 megawatt listrik. “Target kita, 300 megawatt akan dihemat jika sepuluh persen dari ibukota mematikan setidaknya dua buah lampu di tempat mereka berkegiatan,” ungkap Gubernur DKI Jakarta yang kerap disapa Foke ini. “Untuk ke depannya, Pemerintah Kota DKI Jakarta akan berinisiatif untuk memadamkan listrik secara berkala selama enam puluh menit, kami berharap masyarakat akan menyambut baik inisiatif kami,” tambahnya.

Rizal Malik sebagai dewan dari WWF-Indonesia mengatakan bahwa Earth Hour bukan hanya memadamkan lampu, tapi bagaimana kelak kita bisa hidup hemat energi. “Satu jam hanyalah sebuah simbol, yang penting adalah gaya hidup,” tegasnya. (Arief Sujatmoko)


* * * * * KORAN-JAKARTA.COM * * * * *

Warga Jakarta akan melihat sejumlah tempat yang menjadi simbol-simbol Jakarta, pada sejam di 26 Maret itu, tidak sebenderang biasanya. Simbol-simbol kota, seperti Bundaran HI dengan air mancurnya, Monas, air mancur Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda, dan Gedung Balaikota, akan mematikan lampu sebagai bagian dari kesertaan Jakarta memperingati Earth Hour tahun ini. Ini merupakan tahun ketiga bagi Indonesia, terutama Jakarta, turut melaksanakan kampanye Earth Hour. Mematikan lampu selama satu jam lamanya mulai pukul 20.30 hingga 21.30 merupakan bagian dari tindakan konkret yang dilakukan Jakarta seisinya, tidak terkecuali warga dan gedunggedung perkantorannya.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dalam konferensi persnya beberapa waktu lalu, mengatakan kegiatan ini akan dikonsep sebagai sebuah kegiatan yang penting untuk terus diperingati setiap tahunnya. Tujuannya sama dengan kegiatan macam Car Free Day, yakni agar dapat menjadi terapi kejut bagi masyarakat Ibu Kota untuk makin mencintai lingkungan. “Saya ingin menggarisbawahi betapa kegiatan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan kesadaran diri untuk menghemat energi dan bersahabat dengan lingkungan,” ujar Fauzi Bowo.

Keikutsertaan Jakarta dalam kampanye Earth Hour tahun ini akan dilakukan secara lebih masif. Jika sebelumnya hanya dilakukan oleh Jakarta Pusat, tahun ini seluruh wilayah Jakarta akan melaksanakan imbauan sang gubernur. Tidak hanya itu, tahun ini menjadi istimewa sebab Jakarta tidak akan “seorang diri” ber- Earth Hour. Lima kota besar di Indonesia juga turut serta, yakni Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali. Kegiatan menghemat energi ini, menurut gubernur yang akrab disapa Foke ini, akan sangat bermanfaat bagi lingkungan Jakarta.

Jika ada 10 persen saja warga Jakarta yang mengikuti imbauan untuk mematikan lampu, katanya, akan tercapai sebuah penghematan listrik yang luar biasa. Penghematannya bisa mencapai 300 mwh (megawatt per hour). Nilai sebesar itu, lanjutnya, sebanding dengan menyalakan 900 desa. Lebih jauh, kelebihan sekitar 267,3 ton CO2 dapat dikurangi.

“Dan menghemat biaya listrik sebesar 216,6 juta rupiah,” tutur pria berkumis ini. Foke berharap kegiatan ini akan menjadi sebuah gaya hidup bagi warga Jakarta ke depannya. Karena itu, ia ingin kegiatan tersebut dilakukan terus di tahun-tahun berikutnya.

* * * * * andihendrapaluseri.blogspot.com * * * * *

Earth Hour adalah program pemadaman listrik yang berlangsung di beberapa daerah di dunia yang bertujuan untuk mengurangi pemakaian energi dan sebagai aksi efektif untuk menjawab perubahan iklim global. Program ini diadakan pertama kali secara Internasional sejak tahun 2007 dimulai di kota Sydney, Australia. Diperkirakan sekitar 2 juta orang di dunia berpartisipasi. Setahun kemudian, pesertanya melonjak menjadi 50 juta orang di seluruh dunia. Program ini tetap dilaksanakan pada 2009, 2010 dan tahun 2011 ini. Diperkirakan di tahun ini pesertanya mencapai 1 milyar penduduk dunia.

Istilah lain dari Earth Hour sendiri di Indonesia lebih dikenal dengan nama 'Pemadaman'. Karena sangat mengenal dan sering merasakan istilah Pemadaman, jadi tidaklah sukar untuk menjalani pemadaman selama satu jam saja. Buktinya di Jakarta sendiri yang notabene Ibukota Indonesia, pemadaman mencapai belasan jam dalam setahun apalagi daerah-daerah lainnya. Untuk tahun ini, daerah-daerah yang berpartisipasi dalam program Earth Hour adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan dan beberapa kota di Kalimantan. Kota-kota yang memang mengkonsumsi energi listrik terbesar di Indonesia. Diperkirakan sekitar 800Mwh energi dapat dihemat di seluruh Indonesia dengan adanya program ini yang artinya setara dengan mematikan sekitar 1/4 pembangkitan di IP Suralaya (Pembangkit Terbesar di Indonesia) dan mengurangi pemakaian 260 ton karbon dioksida.