Foto - Foto Langka Agresi Militer Belanda di Indonesia

Tahun 1945 Perang Dunia II berakhir, Belanda yg telah lepas dari cengkeraman Nazi German ternyata msh menyimpan mimpi utk menguasai kembali Hindia Belanda, Belanda tak rela sumber kekayaan yg selama 350 thn telah memberi mereka kemakmuran lepas sia-sia. Mereka segera memobilisasi pemuda2nya untuk dikirim ke Nusantara. Babak ini mengawali perang yang kejam yg berkobar hingga empat thn lamanya di Indonesia.

Kapal pengangkut “M.C. Muir” di pelabuhan Amsterdam siap berangkat ke Nusantara.

Pendaratan pertama pasukan Belanda di Pulau Weh, Aceh.


Marinir Belanda dalam “aksi pembersihan” di sekitar Surabaya, 11 Mei 1946

Berlindung di balik tanggul ketika ditembaki pejuang Republik dari balik seberang selokan.


Tak lama kemudian dua orang marinir terluka. Prajurit medis dan imam tentara sedang merawat yg terluka


Sesudah itu, salah seorang anggota marinir mati tertembak, disebelahnya seorang lagi menembaki sebuah gubuk yg merupakan sarang senapan mesin pejuang Republik.


Patroli

Marinir Belanda di Jawa Timur sedang melintasi kampung yang terbakar.



Londho Gendheng



Surabaya

Kota Surabaya dibombardir


Pinggiran Kota Jogja

Minggu, 19 Desember 1948 – Ibukota Republik diserbu


Pahlawan Republik Yang Gugur

Pos Pejuang Republik

Mengumpulkan Senjata Rampasan




Letjen Simon H. Spoor, Panglima tertinggi tentara Belanda di Indonesia sejak Januari 1946.


Ini lawannya, jago-jago perang gerilya.


Oerip Soemohardjo, mantan mayor KNIL yg telah pensiun sebelum PD II. Republik mengangkatnya kembali dalam dinas aktif sbg Kepala Staf Tentara.

Soedirman, Jenderal legendaris yg menjadi Panglima Tertinggi TNI saat itu.


Beberapa orang perwira Republik,.ada yang terkenal : Pak Harto waktu masih imut, sama Ahmad Yani(paling kanan) Slamet Riyadi, lahir tahun 1927 adalah letnan kolonel termuda. Beliau gugur saat menumpas RMS di Ambon tahun 1950 dalam usia 23 tahun.


http://koranbaru.com/foto-foto-langka-agresi-militer-belanda-di-indonesia/