Kira-Kira Jika Gaji PNS Naik, Hal Negatif Apa Yang Akan Dilakukan ... Inilah Kelakuan Mereka

Jakarta - Kementerian Keuangan membeberkan besaran gaji pokok Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri meningkat dimulai dari Rp1,175 juta hingga Rp4,1 juta.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Agus Suprijanto mengungkapkan, Peraturan Pemerintah terkait kenaikan gaji PNS dan TNI/Polri baru ditandatangani Presiden pada 16 Februari lalu. Berdasarkan PP tersebut, pemerintah menaikkan gaji PNS dan TNI/Polri di kisaran 10-15% yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2011.

Namun, pemerintah baru akan menyalurkan kenaikan gaji tersebut pada April nanti alias rapelan, sesuai yang diberitakan sebelumnya. Agus melanjutkan, kenaikan tersebut ditentukan berdasar golongan kepegawaian dan periode masa kerja.

Berdasar data Ditjen Anggaran, Untuk pegawai baru dengan golongan IA mendapat gaji pokok sebesar Rp1,175 juta, usai kenaikan tersebut.Sementara untuk golongan IV E dengan masa kerja 32 tahun mendapat kenaikan gaji pokok menjadi sebesar Rp 4,1 juta.

Para PNS dan TNI/Polri ini tidak hanya mendapat gaji pokok saja namun juga mendapat tunjangan. Ia memberi contoh, tunjangan struktural yang diterimanya bisa mencapai Rp6 juta sehingga total penerimaan yang bisa dibawa pulang (take home pay) untuk eselon I bisa mencapai Rp 40 juta.

* * * * *

Kenaikan Gaji PNS dan TNI memang wajib hukumnya terutama untuk tenaga pengajar di Pelosok, tenaga kesehatan dan tenaga lapangan.

Tapi inilah kelakuan PNS yang tidak boleh ditiru oleh PNS yang lain karena membuat malu almamater PNS ... buat Bapak/Ibu Bupati / Walikota, Pimpinan Departemen/Dinas, dan Lembaga Negara Lainnya ... hukum yang tegas yach mereka karena kata Bang Rhoma ... TERLALU

* * * PNS Mesum * * *

Maen Zuma Sambil Buka Celana ... ckckckckkk

CIREBON (Pos Kota) – Jajaran Polres melakukan razia ke sejumlah hotel melati di seantero jalur Pantura Cirebon Kamis (12/8) sore. Hasilnya tiga pasang kumpul kebo kedapatan sedang berada di dalam kamar hotel tanpa hubungan pernikahan.

Bahkan satu pasangan diketahui masih berstutus Pegawai negeri Sipil (PNS) sebuah instansi pemerintah setempat.

Tiga pasangan mesum yang tertangkap tangan tegah berduaan di dalam kamar hotel tersebut, masing-masing terjaring di dari Hotel Roslita di daerah Kedawung dan Hotel Greenhill yang berlokasi di Jalan raya Klayan.

Sayang sejauh ini polisi masih menutup soal identitas para pelaku mesum, termasuk keberadaan seorang PNS yang juga terjaring dalam razia. Hanya saja, berdasar informasi, lelaki PNS itu diketahui bernama Anto, PNS dilingkungan Pemkot Cirebon.

Saat dilakukan penggerebegan di hotel, Anto tidak berusaha membuka pintu kamar hotel, meski petgas sudah berulang kali mengetuk. Petugas lalu melakukan penyisiran di belakang hotel. Dan ternyata memang, PNS ini rupanya tengah berusaha kabur dengan cara memanjat jendela bagian belakang.

Tapi usahanya tak berhasil karena petugas sudah menunggu untuk menciduknya. Karena tak bias lagi berkutik, PNS ini bersama pasangannya, seorang gadis ABG yang diperkirakan berumur 15 tahun, langsung digelanang ke mobil Dalmas yang sudah menunggu di halaman hotel tersebur.

Bersama mereka, juga diamankan satu pasangan lain. Begitu pun ketiga petugas menjambangi hotel Greenhill, petugas menemukan satu pasangan lainnya ketika berasik ria di dalam kamar hotel.

Tanpa banyak perlawanan keduanya lalu langsung dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Sementara itu Kabag Ops Polres Cirebon Kompol Asep Pujiono SIK ketika dikonfirmasi membenarkan adanya seorang PNS yang terjaring dalam razia tersebut. Hanya saja, Asep mengaku dia belum tahu persis nama-nama pasangan yang terjaring tersebut. “Mereka masih dimintai keterangan secara intensif,” kata Asep.

Ketika di singgung tindaklanjut dari penangkapan tersebut, Asep menjelaskan, pihaknya akan melaporkan kepada instansi tempat bernaung sang PNS yang apes tersebut. “Kami akan mengirimkan surat ke instansi tempat PNS itu bekerja,” pungkasnya.

Ini Tidak Boleh Di Tiru ... PNS Mesum
* * * Keluyuran Pas Jam Kerja * * *

TANJUNGPINANG - Kendati sudah sering disorot masyarakat dan diperingatkan oleh pimpinan, namun ternyata masih ada juga pegawai negeri yang bandel, keluyuran ke luar kantor di saat jam kerja. Seperti yang terjadi di Tanjungpinang, Selasa (8/3) kemarin.

Pantauan Haluan Kepri di lapangan, dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, di berbagai tempat seperti di Bestari Mall, Pasar Tanjungpinang, warnet, rumah-rumah makan dan kedai kopi dan di seputaran Jalan Kota Tanjungpinang, banyak PNS memakai seragam ataupun ditutupi jaket berkeliaran. Saat ditanya, para pegawai itu mengaku keluar karena sedang tidak ada pekerjaan di kantornya.

"Kepala dinasnya juga lagi keluar, jadi kita kesempatan juga keluar. Tadinya kami baru sarapan, tapi lewat sini jadi singgah sebentar kan nggak apa-apa" kata sejumlah pegawai perempuan yang sedang memilih-milih baju di butik di Bestari Mall, Tanjungpinang.

Di pasar Tanjungpinang, sekelompok ibu-ibu memakai seragam PNS juga tampak asyik berbelanja. Sementara pegawai yang laki-laki, terlihat duduk di kedai-kedai kopi dan rumah makan dengan santai, sambil berbual tanpa ada rasa canggung dengan masyarakat lain yang ada di tempat itu.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kepri, Renny Yusneli saat dikonfirmasi hal ini mengatakan, akan segera menindaklanjutinya dengan melakukan razia. Razia akan digelar di tempat-tempat keramaian dan juga lokasi yang diduga menjadi tujuan para pegawai yang suka bolos.

"Razia akan dilakukan oleh anggota Satpol PP Pemprov Kepri. Mereka yang kedapatan keluyuran tentu ada sanksi sesuai aturan tentang tata tertib disiplin pegawai," ujar Reni

Di tempat terpisah, Kepala BKD Kota Tanjungpinang, Pok Yong Kadir yang dihubungi melalui sambungan telepon, mengaku belum bisa memberikan komentar dengan alasan sibuk.

"Aduh maaf, saya lagi sibuk dengan pekerjaan ni," kata Pok Yong sembari mematikan handponenya.

Sementara itu, beberapa warga yang melihat banyaknya PNS yang keluyuran saat jam kerja, saat dimintai tanggapannya, mengaku cukup kesal. Kata mereka, perbuatan para PNS tersebut sangat merugikan karena segala gaji yang mereka terima adalah hasil pajak dari masyarakat.

"Dari jam 8 pagi sampai jam 12, jam-jam itulah PNS ramai berkeliaran di sini. Kadang kalau kami tanya kenapa tak masuk kerja, mereka bilangnya cuci mata. Memang kami senang karena mereka beli dagangan kami. Tapi tetap saja itu bukan waktunya dan itu namanya mempermainkan status kepegawaiannya" kata Tasima, pedagang di Pasar Tanjungpinang.

Di lain tempat, Ketua Stisipol Tanjungpinang, Zamzami A Karim memandang, ketidakdisiplinan PNS merupakan tanggung jawab setiap pimpinan dinas. Karena itu, jika ada pegawai yang keluyuran di luar kantor saat jam kerja, pimpinan tersebut seharusnya melakukan evaluasi tidak hanya kepada pegawai tersebut tapi juga kepada diri sendiri.

"Pemerintah harus kritis menanggapi PNS yang berkeliaran di saat jam kerja, karena otomatis masyarakat yang melihat merasa dipermainkan. Masyarakat bisa menuntut karena merekalah yang membayar gaji PNS tersebut melalui pembayaran pajak, misalnya. Dan PNS yang berkeliaran tersebut mungkin memiliki berbagai alasan seperti tidak ada kerjaan dikantor atau sebaliknya alasanya lagi di tugaskan di lapangan. Tetapi di sini nampak bahwa pemerintah tidak bisa mengoptimalkan pegawai yang tersedia" kata Zamzami.

Ilustrasi PNS Keluyuran Pas Jam Kerja

Akibat ketidakdisiplinan pegawai itu, kata Zamzami, bisa dikatakan juga pengaruh dari ketidaktegasan pemimpin dalam memantau setiap anak buahnya.

"Yang penting, sebagai PNS yang dipercayakan dan di gaji masyarakat untuk mengerjakan dan memajukan daerah ini, sudah selayaknya para pegawai itu bekerja sungguh-sungguh. Karena itu semua demi kemajuan daerah kita," ujarnya

PNS Jalan-Jalan di Mall Pas Jam Kerja ... hmm ... tidak produktif
BOGOR - Peratuaran Pemerintah (PP) No 30 Tahun 1980 yang mengatur tentang tugas dan kewajiban PNS tampaknya sudah tak lagi dihiraukan segelintir oknum PNS Kota Bogor.

Hal tersebut dapat dilihat dari aktivitas mereka pada jam kerja. Segelintir PNS malah jalan-jalan dan berbelanja di mal, seperti terlihat di Botani Square, kemarin.

Dua oknum PNS tersebut kedapatan berada di sana pukul 11:30. Keduanya asyik jalanjalan melihat beragam produk di pusat perbelanjaan terkemuka di kota hujan itu.

Mereka tampak asyik menawar harga produk di salah satu stan pameran yang menjual modem internet. Sungguh pemandangan miris. Ketika seorang abdi negara seharusnya menjalankan tugas dengan baik, mereka malah bertindak seenaknya. Ulah kedua oknum PNS ini berbanding terbalik dengan anggaran yang dialokasikan untuk pegawai.

Gaji dan honor pegawai dianggarkan dalam APBD 2010 senilai Rp443 miliar. Anggaran itu jauh lebih besar ketimbang anggaran pembangunan infra struktur jalan, drainase, penanganan kemiskinan serta anggaran kesehatan dan perbaikan sarana pendidikan.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bogor, Fetty F Qondarsyah mengatakan, tupoksi pegawai diatur dalam PP 30 Tahun 1980 tentang Kewajiban PNS. Aturan itu diperkuat dengan PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Kita lihat dulu, apakah benar dia (PNS, red) melanggar disiplin pegawai atau tidak, tak bisa asal menuduh bersalah,” kata Fetty saat dihubungi tadi malam. Bilapun seorang PNS melanggar disiplin, misalnya mangkir dari tempat kerja tanpa alasan jelas, sanksinya adalah peringatan. Selain itu, terang Fetty, bila PNS mangkir, pimpinannya yang membina.

“Makanya harus jelas dulu dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mana? bila PNS tersebut sudah tak bisa ditangani oleh SKPD, itu kewenangan BKPP,” terangnya.

Tahapan pemberian sanksi itu, terangnya, dilakukan pimpinan masing-masing SKPD. Setelah itu, dilaporkan ke Inspektorat baru ke BKPP. “Mungkin saja itu adalah guru, setelah selesai ngajar mampir beli perlengkapan komputer, atau bisa juga tugas dari kantornya beli modem,” terangnya.

Maka itu, guna meningkatkan disiplin, BKPP sedang gencar memberikan sosialisasi kepada pegawai di lingkungan Pemkot Bogor.

* * * PNS dan NARKOBA * * *

Lampung, javanewsonline.com, Sipir Lapas, Way Hui, Lampung Selatan, Burman Tanaka (28) dan PNS Dinas Kehutanan Lampung Utara, Ricko Saputra (26), nyambi kerja jual sabu-sabu dan inek di tempat dinas mereka. Keduanya ditangkap di kantor masing-masing.

PNS Tertangkap Karena Narkoba ...
Dari tangan tersangka Burman Tanaka (28), Direktorat Narkoba Polda Lampung berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 7 gram dan timbangan elektrik sedangkan dari tersangka Ricko jajaran Polres Lampung Utara mengamankan 13 butir inek dan 1 paket sabu-sabu.

Tersangka Burman Tanaka warga Jl. Kartini Durian Payung, Bandar Lampung, diamankan berdasarkan pengembangan dari tersangka Yohan (28), warga Jl. Dr. Harun, Kota Baru, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung.

Yohan mengaku mendapatkan sabu-sabu dari seorang sipir LP Way Hui dengan pengantarnya seorang wanita cantik, Liana (25), yang kini DPO.

Direktur Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol. Budi Santoso didampingi Kabid. Humas Polda Lampung, AKBP. Fatmawati mengatakan penangkapan ini berdasarkan penyelidikan anggota.

Pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi beredarnya narkoba di dalam lapas dengan cara melakukan penyisiran dan melakukan razia.

"Tindakan yang kita lakukan ini agar dapat terlihat oleh pihak Kanwil bahwa peredaran narkoba yang selama ini merajalela tidak menutup kemungkinan keluar masuknya jaringan narkoba dari dalam lapas itu sendiri," kata Budi.

Tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Adapun PNS Dinas Kehutanan Lampung Utara dibekuk anggota Satuan Narkoba Polres Lampura, diduga sebagai bandar ineks.

Warga kelurahan Kotaalam Kotabumi itu ditangkap berdasarkan pengembangan ditangkapnya Romi (31), yang merupakan pembeli serta Indra Jaya (29), warga Tanjungaman Kotabumi yang bertugas sebagai perantara dalam proses penjualan ekstasi tersebut.

Petugas menyita barang bukti berupa 13 butir pil ekstasi warna merah, satu paket sabu, tiga buah HP dan dua unit motor. Selain itu polisi juga mangamankan alat hisap sabu dan alat untuk membuat ekstasi, yang didapat dari ruman ED yang merupakan rekan para pelaku masuk dalam DPO.

Kapolres Lampung Utara, AKBP. Lukas Akbrar Akbari membenarkan ditangkapnya oknum PNS Dinas Kehutanan Lampung Utara yang diduga sebagai bandar narkoba.

* * * PNS dan KORUPSI ... Penghianat Bangsa * * *

Masih segar dalam ingatan kita Mr. Gayus Tambunan ... 


* * * PNS Teladan * * *

Contoh di atas memang contoh PNS yang tak pantas untuk di tiru, tetapi tidak semua PNS seperti hal tersebut ... kita patut mencontoh PNS - PNS di bawah ini ...

Guru di Pedalaman ...
Guru Menembus Hutan ... Ngajar di Pedalaman

inilah.com, poskota.co.id, haluankepri.com, radar-bogor.co.id, javanewsonline.com dan rangkuman pribadi