Kura-Kura Berkepala Dua 'Reinkarnasi' Paul Si Gurita

Kura-kura Afrika berkepala dua menjadi pemandangan langka di kawasan Afrika Utara. Bertubuh mungil, kura-kura berusia 7 minggu itu menarik perhatian. Kura-kura African Spurred Tortoise yang masing-masing bernama Madga dan Lena (Magdalena) dan lahir di Slovenia dengan dua kepala dan lima kaki ini ditampilkan di Zilina, Slovakia.

Meskipun tampak mungil, kura-kura tersebut merupakan anggota spesies ketiga terbesar di dunia selain Galapagos Tortoise dan Aldabra Giant Turtle. Tak hanya itu, Kura-kura bernama MagdaLena ini menjadi sorotan media di Slovakia dan mulai dianggap seperti Paul si Gurita yang memprediksi pemenang pertandingan sepak bola.

MagdaLena sudah terpilih untuk memberi petunjuk dalam kejuaraan hoki es, yang akan berlangsung di Slovakia tahun ini.

Reptil itu milik Roman Gresak dari Zilina, yang memikirkan nama yang sesuai,"Kami menyebutnya Magdalena: satu kepala adalah Magda dan kepala kedua adalah Lena," jelas Gresak.

Menurut para ahli hewan kasus unik Magdalena bisa dibandingkan dengan kembar Siam. Selama kehamilan embrio tidak terpisah dengan benar.

Setiap kepala memiliki sistem saraf sendiri dan kura-kura itu memiliki dua otak, yang bekerja mandiri satu sama lain. Pertanyaan yang tertinggal adalah bagaimana sistem terhubung di dalam tubuh dan fungsi mana yang mereka bagi.

Kura-kura itu akan sulit bertahan hidup di alam liar karena kura-kura lain akan mengecualikannya dari kelompok mereka.

Punya dua kepala dan lima kaki kadang-kadang bisa juga menjadi beban. "Kepala kedua kadang-kadang tidak memungkinkan kura-kura mengetahui akan pergi kemana," kata Gresak.

Sejatinya hewan ini Bernama latin Geochelone sulcata, Kura-kura ini memiliki habitat di ujung selatan gunung Sahara, Afrika Utara. Berat kura-kura dewasa biasanya 70 sampai 100 pon dengan ukuran 45 sentimeter.

Jangka hidup African Spurred Tortoise sekitar 30 sampai 50 tahun, meskipun sering hidup lebih lama. Kura-kura jenis ini paling tua berusia 45 tahun, berada di penangkaran Giza Zoological Gardens, Mesir.

suaramedia.com