Pembelaan Roy Suryo Tentang Insiden Lion Air

Roy Suryo dituduh ‘merebut’ tempat duduk penumpang lain di pesawat maskapai lokal hingga melibatkan massa dan pilot. Berikut cerita insiden itu dari sisi Roy Suryo.

Menurut Anggota Komisi I DPR Roy Suryo, kesalahan ada di pihak Lion Air. “Tweeps Yth, saya justru tadi BERANI MINTA MAAF depan Seluruh Penumpang Lion & TURUN, krn rupanya sudah DIMAJUKAN tetapi miss & Double-seat,” tulisnya di Twitter.



Selain itu, pria yang akrab disapa Roy ini juga mengaku dirinyalah yang mengalah karena ternyata ada kesalahan internal di maskapai Lion Air, ungkapnya. “Tweeps Yth, karena ada issue dari soal Lion Air, maka saya perlu klarifikasi: Yg BENAR saya justru MENGALAH atas Double seat. Tks,” tulisnya.

Perihal Kapten Vino sebagai pilot pesawat yang akan ditumpangi Roy mendadak meradang, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait membantah mengatakan, “Tidak ada komunikasi antara Roy Suryo dengan kapten pesawat”.

Roy juga mengaku pihak Lion Air telah meminta maaf mengenai masalah tiket tersebut.

* * * detik and kaskus verison * * *

Politikus Partai Demokrat Roy Suryo terlibat insiden di dalam pesawat Lion Air Jakarta-Yogyakarta. Lion Air beranggapan Roy salah naik pesawat, sehingga tidak ada yang namanya nomor kursi ganda.

Lalu bagaimana cerita versi Roy yang sebenarnya? Berikut hasil wawancara detikcom dengan Roy, Sabtu (26/3/2011).

Bagaimana kejadian sebenarnya? Apakah Bapak sudah naik pesawat yang benar?

Jadi peristiwanya itu begini. Yang jelas saya datang ke bandara sesuai rekomendasi yang diberikan kepada saya. Saya naik flight Lion walaupun saya selalu punya 2 tiket, Lion Air dan Garuda. Karena Lion Air bisa confirm, saya langsung check-in. Saya diingatkan dan langsung diantar ke Gate A7. Kalau saya salah naik, saya pasti akan diberitahu karena flight berikutnya itu di Gate A1.

Setelah saya masuk ke gate, tiket saya itu diperiksa oleh petugas di gate dan diantar oleh petugas gate Lion Air. Saya sudah 20 menit duduk di pesawat, terus tiba-tiba ada rombongan band masuk, 2 orang di antara mereka nggak dapat duduk.

Lalu boarding pass saya dilihat oleh pramugari dan pramugarinya bilang bahwa ini untuk flight berikutnya. Setelah itu ada petugas ground yang naik dan bilang bahwa ini untuk flight berikutnya dan etikanya kurang sopan. Saya minta dia untuk mengecek kembali. Jadi sepertinya ada memang ada miskomunikasi antara petugas malam dan petugas siang sehingga ada kesalahan pencetakan tiket. Tapi
akhirnya saya mengalah, saya berdiri dan minta maaf kepada para penumpang dan turun dari pesawat.

Bagaimana dengan tweet dari Ernest tentang kejadian di pesawat itu?

Satu, saya tidak pernah tau siapa itu Ernest dan saya tidak pernah ketemu dia. Jadi kalau dia bilang dia ikut ngusir, itu bohong. Kedua, saya tidak melihat peristiwa dimana Kapten Vino yang keluar dari kokpit, membawa tas dan bilang pejabat itu (maaf) anjing'. Kalau pilot sudah marah, itu dia tidak boleh menerbangkan pesawat lho.

Itu cerita dari mana? Ernest bohong besar. Saya tidak ingin menanggapi orang yang bohong, biar pihak Lion yang menjelaskan. Banyak orang yang berkomentar negatif termasuk beberapa politisi. Kalau nggak ngerti masalahnya, nggak usah komen. Saya telah jadi korban dari kebohongan. Kalaupun peristiwa Kapten Vino itu ada, saya tidak melihat dan tidak mendengar.

Kalau memang terjadi, seharusnya pilot itu tidak dijadikan pahlawan karena itu bukan sikap yang pantas dari seorang pilot. Sementara yang pertama kali nyuruh turun itu petugas ground dari Lion Air yang kurang sopan etikanya.

Apakah pihak Lion Air meminta maaf langsung kepada Bapak?

Pihak Lion Air sudah minta maaf berkali-kali. Kalau tidak, tentu saya tidak akan bisa ikut flight berikutnya dan mendapatkan special treatment seperti penerbangan yang lebih cepat dari seharusnya. Bahkan para penumpang di flight yang kedua senang, mereka bilang tumben Lion tepat waktu. Mereka pikir mungkinkarena ada anggota DPR, mereka kan tidak tahu kejadian di flight sebelumnya.

Mereka pun menyalami saya. Kalau seandainya itu salah saya, saya akan disuruh nunggu flight berikutnya yang lebih lama dan bisa kena penalti, bisa-bisa tiket saya hangus karena sudah dirobek oleh petugas.

Saya sudah sepakat sama pihak Lion Air, biar Lion yang menginvestigasi pilot (Kapten Vino) tersebut. Sedangkan kalau masyarakat masih percaya dengan kabar bohong dari Ernest, saya hanya berdoa agar dapat diberi pencerahan.

* * * LION AIR * * *

Anggota Komisi I DPR Roy Suryo mengalami kursi ganda (double seat) pesawat Lion Air sehingga harus berebutan dengan penumpang lain. Namun Lion Air menyatakan jika politisi Partai Demokrat (PD) itu ternyata salah naik pesawat.

"Telah disampaikan oleh pramugari, Bapak salah. Dan pas dilihat dokumen beliau boardingnya pukul 07.15 WIB dan penerbangannya pukul 07.45 WIB," ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait, kepada detikcom, Sabtu (26/3/2011).

Menurut Edward, pramugari Lion Air juga tidak mengusir Roy. Pramugari menyatakan jika Roy tidak terbang di penerbangan pada pukul 06.15 WIB dari Jakarta ke Yogyakarta.

"Pramugari menyatakan jika bapak tidak terbang di sini, terbang diberikutnya yakni pukul 07.45 WIB," terang Edward.

Edward juga menepis kabar jika pilot Lion Air itu bersitegang dengan Roy. Pilot hanya bertanya kepada pramugari kenapa pintu pesawat belum tertutup.

"Pilot nggak ada ribut dengan Pak Roy. Pilot dalam konteks tidak berhubungan dengan penumpang. Dia cuma tanya dengan pramugari. Jadi berangkat nggak? Wajar dia tanya," beber dia.

Lebih jauh Edward menerangkan jika tidak ada kursi ganda penumpang dalam Lion Air. Apalagi data penumpang bisa dicek melalui komputer.

"Sekarang kalau dilihat dalam komputer pasti keblock," tutur Edward.

Edward juga membantah jika pihaknya meminta maaf pada Roy Suryo. "Kami tidak pernah minta maaf kepada beliau," kata Edward.

Sebelumnya, Roy Suryo kepada detikcom, menolak jika dikatakan tiketnya untuk pukul 07.45 WIB. Yang jelas, dia merasa sudah meminta maaf dan mengalah atas insiden tersebut.

"Memang ada double seat, saya justru yang mengalah. Awalnya saya mau naik Garuda, tapi nggak ada. Lalu diupayakan Lion Air pukul 06.15 WIB. Ternyata kursi yang sama. Itu Lionnya yang salah, bisa diconfirm ke sana," jelas Roy saat dihubungi detikcom, tadi pagi.

"Meskipun saya mengalah, saya berani berdiri dan minta maaf atas kesalahan itu. Kemudian saya meninggalkan pesawat karena penumpang sudah marah, tidak tahu siapa yang salah," sambungnya.

Roy mengaku suasana pesawat sempat gaduh gara-gara insiden ini. Pihak Lion Air pun sudah meminta maaf dan langsung menerbangkan Roy dengan pesawat berikutnya ke Yogyakarta.

"Kalau mereka nggak salah nggak mungkin saya dicarikan pesawat yang paling cepat berikutnya. Buktinya sekarang saya sudah di Yogyakarta," ucap Roy.

inilah.com, kaskus.us dan detik.com