Sucker Punch Akan Segera Menjadi Film Terlaris Hollywood Terbaru

Sucker Punch menduduki film terlaris Hollywood setelah meraih pendapatan US$8 juta. Sucker Punch mengungguli Diary of a Wimpy Kid: Rodrick Rules.

Mengutip variety.com, Sabtu (26/3), Diary of a Wimpy Kid: Rodrick Rules berada pada tempat kedua setelah berhasil mengais US$7,3 juta.

Limitless mengekor dengan perolehan keuntungan kotor sebesar US$4,7 juta. Sementara The Lincoln Lawyer menduduki tempat keempat dengan torehan laba kotor senilai US$ 3 juta.

Rango menyusul di belakangnya. Berhasil meraup keuntungan US$ 2,4 juta, Rango duduki peringkat lima. inilah.com

REVIEW ala * * * wowkeren.com * * *

Kisah perjuangan sekelompok gadis muda untuk meraih kebebasan menjadi tema utama film arahan sutradara Zack Snyder, "Sucker Punch". Digambarkan oleh sutradara Zack, film yang sarat unsur laga dan fantasi ini merupakan kombinasi dongeng "Alice di Negeri Ajaib" yang dilengkapi dengan senapan mesin dan pedang.

Berlatar tahun 1950an, film "Sucker Punch" bercerita tentang kehidupan gadis muda bernama Baby Doll yang berusaha menyembuhkan rasa sakit hati karena perbuatan bejat ayah tirinya, O'Rourke. Dia kemudian dikurung dalam tempat semacam rumah sakit jiwa yang ada di Brattleboro, Vermont.

Saat berada disana, Baby Doll harus menghadapi masalah baru yakni terancam menjalani operasi otak lobotomi. Baby Doll lantas merencanakan untuk kabur dari dunia imajinasi yang telah mengurungnya. Melalui bantuan The Wiseman, Baby Doll mendapat saran agar dia menemukan lima benda yang akan membantunya untuk lolos. Namun, ia hanya memiliki waktu lima hari sebelum Blue menugaskan anak buahnya Madam Gorski dan High Roller mengoperasi Baby Doll.

Bersama teman wanita yang senasib dengannya yakni, Rocket, Blondie, Amber dan Sweet Pea, Baby Doll berjuang sekuat tenaga dan mempertaruhkan hidupnya untuk lolos dari dunia imajinasi. Demi mendapatkan kebebasannya, Baby Doll dan teman-temannya kini harus melawan sekelompok para samurai dan prajurit virtual yang diperintahkan menangkap mereka.

Film produksi Warner Bros. Pictures ini dijadwalkan tayang perdana Maret 2011. Turut membintangi film "Sucker Punch" yakni Emily Browning (Baby Doll), Vanessa Hudgens (Blondie), Abbie Cornish (Sweet Pea), Jena Malone (Rocket), Jamie Chung (Amber), Carla Gugino (Madam Gorski), Jon Hamm (High Roller), Oscar Isaac (Blue) dan Scott Glenn (The Wiseman).

Simak trailer film "Sucker Punch" berikut ini :


REVIEW ala * * * blackxperience.com * * *

Sutradara Zack Snyder merilis sebuah film fantasi epik berjudul "Sucker Punch". Film ini bercerita tentang Babydoll (Emily Browning), seorang wanita muda yang memiliki komitmen terhadap dirinya yang akan dibawa ke rumah sakit jiwa. Di dalam neraka ini - yang dijalankan oleh si setan Blue (Oscar Isaac) dan kaki tangannya, Madam Gorski (Carla Gugino) - Babydoll melarikan diri ke dalam imajinasinya dalam rangka menyusun rencana untuk kabur. Dia bergabung dalam mencari kebebasan dengan sesama penghuni yang seksi Sweet Pea (Abbie Cornish), Rocket (Jena Malone), Blondie (Vanessa Hudgens) dan Amber (Jamie Chung). Bersama-sama, mereka mencoba untuk melarikan diri dari penculik mereka sebelum si misterius High Roller (Jon Hamm) datang menjemput Babydoll.

Ada tiga dunia yang menghuni karakter dalam cerita ini, dua di antaranya adalah imajinasi Babydoll. Yang pertama adalah realitas tinggi di rumah sakit jiwa, yang kedua adalah ilusi rumah bordil kelas tinggi di mana gadis-gadis "menari," dan yang terakhir adalah dunia steampunk (fantasi) di mana Babydoll dan pertempuran semua gadis-gadis dari naga sampai samurai untuk Perang Dunia I termasuk kemunculan pesawat dan robot. Para pahlawan, seperti pemain dalam video game, harus mencari dan mendapatkan item yang akan memungkinkan bagi mereka untuk mencapai tingkat berikutnya dan akhirnya berhasil.

Untuk kinerja, Browning bermain dengan sangat baik sebagai Babydoll dengan matanya yang besar dan ekspresi wajah yang kusam. Begitu juga dengan Cornish yang berperan sebagai Sweetpea, Malone sebagai Rocket, Hudgens sebagai Blondie dan Chung sebagai Amber yang semuanya tampil seksi. Ishak sangat cocok sebagai bajingan gagah karena ia memainkan peran sebagai germo, Blue, juga dengan sikap licik dan aneh ketika dia memerintah. Scott Glenn muncul dalam Wise Man-mentor yang tampil sebagai kombinasi aneh Obi-Wan Kenobi, Caine dari Kung Fu dan Morgan Freeman.

"Sucker Punch" bukan film yang buruk, tapi sekelumit cerita yang dibangun nampak semakin mendekati atau menjadi salah satu penerima kategori Razzie Award tahun depan. Film ini memunculkan berbagai visualiasasi besar, tetapi tidak memiliki jiwa, kecerdasan dan ketegangan untuk membantu mengimbangi plotnya.

REVIEW ala * * * labirinfilm.blogspot.com * * *

Jangan ragukan lagi nama Zack Snyder tentang visual dalam film-filmnya. Dari 300 hingga Watchmen bahkan animasi Legend of The Guardians. Tapi film yang disutradarainya masih sering diragukan secara keseluruhan apalagi di bidang skrip dan storyline-nya. Kali ini Zack Snyder kembali dengan Sucker Punch, yang diklaimnya sebagai Alice In Wonderland ditambah guns.

Semua masih berjalan normal saat Baby Doll (Emily Browning) dikirim ayahnya yang kejam ke mental asylum yang dikepalai oleh seorang pria yang kejam bernama Blue. Yang aneh adalah ternyata asylum itu berisi gadis-gadis cantik dan muda yang dipaksa menari di depan para pria kaya agar asylum itu terdanai. Sampai di sini sudah diisi penuh hal-hal klise seperti gadis lemah yang diperdaya pria kejam.

Baby Doll dari luar terlihat ketakutan dan pendiam, tetapi saat dia sudah mulai menari, semuanya tercengang. Baby Doll yang masih merasa waras dan ingin kaburpun mulai berimajinasi di mana dia bertemu The Wise Man yang seperti namanya menjadi guide bagi Baby Doll. Ada 5 hal yang dibutuhkannya; 4 adalah barang dari asylum itu dan yang kelima dengan klisenya hanya dia yang bisa menemukan. Mungkin karena ini imajinasinya, Baby Doll bisa bertarung melawan raksasa dengan handal dan tanpa terluka sedikitpun, mirip seperti Megan Fox yang berlarian di Mesir tanpa kena luka, habis tenaga, atau bahkan kotor di bajunya di Transformers 2.

Pertemanan yang entah dari mana mulainya, mulai terbentuk antara Baby Doll dengan 4 gadis lain yang tidak kalah cantiknya, adik-kakak Rocket dan Sweet Pea, dan juga Amber dan Blondie. Dimasuk sedikit unsur Inception, 5 gadis ini memulai misinya dengan membasmi makhluk-makhluk aneh di dalam imajinasi Baby Doll saat dia menari.

Sucker Punch mempunyai inti cerita tentang gadis-gadis innocent ini yang berusaha lepas dari siksaannya. Bisa dilihat dari trailernya, Sucker Punch diisi dengan adegan action yang hebat ditambah lagi 5 gadis dengan kostum minim bertarung, bisa dibilang kita melihat 5 Hit Girl versi dewasa dari Kick Ass. Walau actionnya memuaskan orang dewasa, cerita dari Sucker Punch benar-benar seperti ditulis dan ditujukan untuk anak-anak. Kita tidak bisa merasa simpati pada karakter film ini yang sangat malang karena skripnya yang tidak kalah malangnya. Mungkin film ini bisa sedikit lebih baik jika skripnya ditangani scriptwriter yang lebih handal selain Zack Snyder sendiri.

Benar yang diklaim Zack Snyder bahwa film ini adalah Alice In Wonderland tahun ini ditambah senjata, karena film ini menang di bidang visual effect, art direction, dan juga cinematography-nya. Tapi layaknya Alice In Wonderland yang juga lemah di ceritanya, Sucker Punch mempunyai jalan cerita yang tidak jelas ditambah skrip yang terlalu kekanakan dan klise. Pertanyaanpun muncul setelah menontonnya :
  • Tempat apa asylum itu? Apakah itu rehab bagi orang yang kurang waras atau tempat pelacuran?
  • Dari mana datangnya si Wise Guy?
  • Kalau mereka bisa mengalahkan monster dan mencuri 4 benda di asylum itu, kenapa tidak bersatu dan memberontak mengalahkan Blue dari awal atau di tengah jalan?
  • Para gadis ini semuanya tidak gila. Kenapa mereka bisa masuk di disitu? Apa pemerintahnya tidak tahu?
  • Kenapa sepanjang film mereka semua harus berpakaian minim? Kembali ke pertanyaan awal.
  • Kenapa kita tidak diperlihatkan tarian Baby Doll sedikitpun?
  • Kenapa ending-nya segitu gampang, absurd, dan lemahnya?

Sucker Punch yang awalnya diberi rating R harus di tone down agar dapat rating PG-13 agar bisa ditonton oleh kalangan muda. Hasilnya Sucker Punch tetap seperti layaknya film Hollywood masa kini yang dibuat seperti main main dengan tujuan menghibur tanpa kualitas. Apakah segitu susahnya membuat film action fantasy yang berkualitas seperti Star Trek dan District 9?

Film ini masih bisa dikategorikan menghibur. Namun dikarenakan ekspetasi tinggi dan antusiasme yang kuat, saya merasa diberi sucker punch yang tak terhindari usai menontononnya. Sekarang pilihannya adalah ingin terhibur dengan penampilan Emily Browning dkk ditambah visual dan action menarik atau film yang secara keseluruhan memuaskan?