Ada Kondom Berserakan di Gedung DPR ... Apakah Anggota DPR Si Pemakai ... Realitas Hukum Kasus Arifinto dan Menunggu Kicauan @tifsembiring

REALITA DAN HUKUM DARI PARTAI BERLANDASKAN AGAMA DENGAN SKANDAL VIDEO PORNO - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menghadapi sensasi. Kini kadernya di DPR RI, Arifinto anggota Komisi Perhubungan dan Infrastruktur tertangkap kamera menikmati gambar mesum melalui gadgetnya. Suka tidak suka, PKS pun tersengat.

Gegap gempita pernyataan keras dari mantan pendiri PKS Yusuf Supendi belum berhenti. Kini PKS tersengat ulah kadernya di DPR Arifinto. Dia merupakan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS di Komisi Perhubungan dan Infrastruktur. Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Purwakarta, Bekasi dan Karawang ini tertangkap kamera tengah menonton gambar dewasa.

Bekerja Untuk Indonesia ... Atau Lihat Video Porno ??

Pemandangan tersebut terjadi saat sidang paripurna DPR yang menggagendakan laporan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) tentang Rancangan Anggaran DPR 2012 serta Pidato Penutupan Ketua DPR Marzuki Alie. Di samping dua agenda tersebut, sidang paripurna juga terasa cukup panas, akibat interupsi sejumlah anggota DPR terkait penolakan terhadap pembangunan gedung baru DPR.

Dari jepretan photografer M Irfan dari Media Indonesia, tampak Arifinto tengah membuka gambar mesum melalui gadget yang dimilikinya. Ketika dikonfirmasi perihal aksinya yang membuka gambar porno, Arifinto berkilah dirinya membukanya karena faktor ketidaksengajaan.

"Iya itu ada email masuk, terus ada link dan saya buka. Ternyata begituan. Itu memang film dan gambar. Terus saya tutup dan didelete," akunya kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/4/2011).

Membalik dari vertikal jadi horizontal ... menikmati sekali Pak ... Jangan Lupa masih banyak thumbnail untuk dilihat lho ... :p
Dia menerangkan, membuka halaman itu hanya beberapa detik saja. Setelah dirinya mengetahui link yang berasal dari e-mailnya merupakan gambar porno, Arifinto mengaku segera menutupnya. "Jadi tidak ada kesengajaan untuk menikmati. Mungkin saya pas buka linknya, wartawannya melihat," ujarnya.

Dia berharap, apa yang ia lakukan tidak menjadi bahan fitnah terhadap dirinya maupun partainya. Karena dirinya tidak sedang menonton film porno namun hanya membuka link. "Jangan dijadikan fitnah, saya bukan nonton film, hanya buka link saja. Dan saya buang, bukan menikmati pornongrafi," tepisnya.

Jika menilik UU Pornografi No 44 tahun 2008 terkait larangan dan pembatasan yang tercantum di pasal 4 ayat 1 disebutkan "Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit"

Disebutkan, yang memuat di antaranya persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; kekerasan seksual; masturbasi atau onani; ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; alat kelamin; atau pornografi anak. Di pasal 5 UU Pornografi juga ditegaskan, "Setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1)".

Di Pasal 31 UU Pornografi tentang Ketentuan Pidana disebutkan "Setiap orang yang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)". Apakah Arifinto terjerat di pasal ini tentang klausul mengunduh video pornografi ?

Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menyebutkan peristiwa Arifinto kian menciderai PKS sebagai partai bersih dan peduli.

"Satu persatu legitimasi PKS yang sudah ditanam sejak 2004 mereka lucuti sendiri tekait banyaknya kasus korupsi dan pornografi. Padahal dua isu ini menjadi jualan PKS," katanya kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (8/4/2011).

Dia memprediksikan, kasus Arifinto akan mendapat reaksi keras dari internal PKS. Karena menurut Burhan, pornografi merupakan kejahatan yang tak termaafkan. "Akhirnya sederetan kasus ini menimbulkan persepsi PKS sebagai partai munafik yang tidak seia dan sekata antara perkataan dan perbuatan," katanya.

Sebersih Apa Tho PKS ??
Terkait klarifikasi yang disampaikan Arifinto, Burhan menilai justru akan sia-sia. Karena klarifikasi Arifinto seolah-olah menyalahkan pihak ketiga yang berusaha menjatuhkan dirinya dan PKS. "Ini melupakan banyak kenyataan, bahwa memang di PKS banyak persoalan. Lebih baik minta maaf, bahwa ada kiriman imel yang dia terima dan tidak tahu isinya," tandasnya.

Sementara Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq enggan berkomentar terkait aksi kadernya yang tertangkap kamera tengah melihat video porno saat sidang paripurna DPR. - inilah.com - http://teknologi.inilah.com/read/detail/1401532/habis-yusuf-terbitlah-arifinto-pks

GEDUNG DPR DAN TIMBUNAN KONDOM DPR

Kisah kondom dari Senayan Apakah anda melihat liputan Trans 7 pada hari sabtu (31 Mei 2008) pukul 16.30? kalo iya, barangkali anda akan sama dongkolnya dengan saya. Terus terang saya katakan, saya sudah muak melihat tingkah anggota DPR/MPR, bagi saya, melihat tingkah anggota dewan kita cuma membuat tensi darah saya naik. Dalam reportase kontroversi itu diceritakan bagaimana sebagian anggota parlemen kita menghabiskan uang lima juta rupiah hanya untuk kencan dengan para PSK selama kurang dari dua jam, itu belum dihitung biaya hotel dan makan, pertanyaannya : apa anggota DPR/MPR kita itu terlalu amoral atau justru kelewat bego sehingga kasus begituan aja ko bisa bocor ke publik ?

Kondom di Gedung DPR ... benar tidak ??
Tentu saja ini bukan kasus yang kali pertama terjadi di DPR/MPR, saya masih ingat betul kasus yang melibatkan penyanyi dangdut Maria Eva, bahkan digosipkan bahwa Maria Eva sampe aborsi segala. Saya dari dahulu meyakini, bahwa anggota DPR/MPR bukan lah orang yang terbaik yang ada di Indonesia. Sebagai anggota DPR/MPR, anda harus mengakui bahwa anda tidak lebih dari saya, bahkan saya yakin bahwa saya lebih baik dari anda. Jika saya melakukan tindakan prostitusi maka yang dirugikan hanya lah nama baik saya, dan karena saya bukan orang penting, orang paling cuma berjengit dan berkata “Umam who?”, tapi bayangkan seorang anggota DPR/MPR tampil di koran lokal dan nasional dengan pose yang kelewat berani. Saya berani bertaruh, bahwa otak anggota DPR/MPR yang terlibat kasus itu tidak lebih besar dari otak udang.

Siapa pun harusnya menyadari bahwa bukti berupa gambar adalah bukti yang paling jelas terlihat, terlepas apakah gambar tersebut asli atau palsu, rasanya pakar Roy Suryo akan memberikan justifikasi apakah gambar itu asli atau palsu, dan tergantung apakah Roy Suryo akan memberikan jawaban yang benar atau salah. Rasanya saya sudah mulai bosan berbicara soal angggota DPR/MPR, salah satu kerabat saya adalah anggota DPRD kabupaten, ia berkata bahwa tidak semua anggota parlemen itu buruk, hanya sebagian kecil saja, istilahnya ‘cuma oknum’. Namun saya tahu lebih baik dari itu.

Pepatah lama mengatakan ibarat nila setitik rusak susu sebelanga, permasalahannya, sudah berapa kali nila setitik itu tumpah? Bukan kah susu tersebut tidak lagi layak di konsumsi? Saya pernah dicela orang karena mengatakan bahwa saya tidak akan lagi ikut pemilu, kalau saatnya mencoblos, saya lebih baik ke luar kota dengan alasan apapun, yang penting ga milih. Kenapa? Sebab saya merasa bersalah bahwa orang yang pilih ternyata justru memperburuk nasib rakyat umum.

Cuplikan Gambar dari Video Porno Mirip Anis Matta ??
 Gambar di Ambil dari Detik.com dan http://madiunwae.blogspot.com/2011/03/detik-pos-indonesia_09.html

Ah barangkali saya terlalu mendramatisir, tapi itu adalah prinsip saya terserah anda suka atau tidak. Bagi saya, apalah artinya kehilangan satu suara, toh dalam banyak pemilu orang yang golput jumlahnya selalu banyak, dan selama ini saya sudah cukup banyak memberikan suara saya. Dalam satu kesempatan saya pernah berkata “Umam mo pragmatis aja ah, siapa yang bayar paling banyak itu yang mam pilih”, dan tentu saja orang tua saya terpingkal- pingkal mendengar ucapan saya, mereka berkata “Siapa yang mo bayar?”

Pertanyaan yang sangat bagus. Siapa yang begitu bodohnya sampai mau membayar saya agar memilih dia. Siapa pula yang begitu bodohnya memberikan penawaran tinggi kepada saya. Coba kita berhitung. Jika pada pemilihan gubernur Jawa Barat satu orang di bayar Rp.50.000,00, dan terdapat 27.972.924 orang pemilih, ambil lah lima persen, maka terdapat 1.398.646 pemilih, artinya dibutuhkan dana sebesar Rp.699.323.000.000,00 jumlah yang sangat besar. Tentu saja para calon gubernur pasti berpikir ulang ketika melihat angka ini. Tapi bukan itu persoalannya, karena saya yakin bahwa jumlah tersebut tidak lah sebanding dengan hasil yang akan mereka dapatkan ketika menjabat nanti.

Besarnya uang yang di dapat oleh para eksekutif dan legislatif memang sangat bervariasi, namun satu yang pasti: cukup untuk menunjang kehidupan keluarganya. Dalam acara kabar tokoh di TV1 seorang anggota DPR/MPR pernah mengakui bahwa pendapatan aslinya hanya cukup untuk membiayai kuliah anaknya di Australia, tentu saja saya heran, punya anak kuliah di Australia sedangkan dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR/MPR dan dia mengeluh? Agaknya dia tidak pernah membayangkan hidupnya melarat atau tinggal di kolong jembatan.

Rasanya saya ingin menculik anggota DPR/MPR dan saya bawa untuk bermukim di pinggir rel kereta api, atau saya bawa mereka biar ikut antri beli minyak tanah, biar mereka tahu susahnya jadi rakyat biasa. Gaji yang besar rupanya mendorong para anggota dewan menjadi sangat konsumtif. Kasus Al Amin misalnya, saya sampai terperangah ketika ia dikabarkan membelikan jam tangan seharga ratusan juta rupiah untuk istrinya Kristina yang juga penyanyi dangdut.

Saya sendiri yakin, bahwa uang yang ditemukan di mobil Al Amin adalah hasil suap. Secara pribadi, saya heran betapa anggota DPR/MPR dapat tidur dengan nyenyak di tengah penderitaan rakyat. Teman saya pernah bersoloroh “Ya iyalah mereka bisa tidur nyenyak, tidur di kamar dengan kasur empuk dan AC menyala plus ga ada nyamuk, setan juga bisa tidur nyenyak”, tentu saja kalimat ini harus diperhatikan: apakah fasilitas tersebut di dapat dari gaji mereka atau justru fasilitas tersebut di dapat dari uang rakyat yang mereka korupsi? Saya meyakini, bahwa sebaik apapun orang sebelum menjadi anggota DPR/MPR, maka dia (mengutip istilah yang dikemukakan mantan Jaksa Agung Abdurrahman Saleh) ‘seperti ustaz di kampung maling’, dan tidak ada yang memberikan jaminan bahwa di ustaz tersebut tidak berubah menjadi maling.

Masih Ingat Yang Fenomenal ??!!
Kembali ke kasus kondom tadi, apakah gaji yang begitu besar diterima oleh anggota DPR/MPR turut mendorong mereka untuk ‘jajan’ siang hari dan kembali ke istri sah pada malam hari? Saya pernah berkata pada seorang teman mengenai perilaku anggota dewan yang doyan jajan, dan teman saya berkata “Lo harus sadar, barangkali anggota dewan lebih pintar dari mahasiswa”, saya tanya “Kenapa?”, dan ia menjawab “Karena kondom bekas anggota dewan ga pernah ditemukan di gedung DPR/MPR”, lalu saya berkata “apa iya?”, dan kembali ingatan saya ke awal reformasi.

Anggota DPR Tidur ... Kecapekan Apa Nih Pak ... Lemburan Berat ???
Bagaimana reformasi menjadi tercoreng akibat ditemukannya beberapa kondom bekas yang – konon katanya – digunakan oleh para mahasiswa yang menduduki gedung DPR/MPR, dan kerabat saya yang anggota DPRD kabupaten ketika saya ceritakan dengan gelinya berkata “Nah, tau sendiri kan, oknum mahasiswa juga bejat”, tentu saja saya protes. Ini ibaratnya buah simalakama, menyalahkan anggota dewan karena suka ‘jajan’ tapi ada pula ‘bukti’ bahwa mahasiswa pun bisa ‘bersenang-senang’ ketika demonstrasi.

Tapi saya berkelit “Ah itu kan sifatnya kasuistik, jangan dipukul rata donk”, tapi saya tersadar, ah saya ko kayak jadi anggota DPR/MPR yang menutup mata terhadap kejadian di sekeliling saya seakan- akan hal itu tidak pernah terjadi, tapi sejarah sudah terjadi dan tidak bisa dipungkiri. http://www.scribd.com/doc/6241903/Kisah-Kondom-Dari-Senayan-10608

TUNGKANG SAMPAH JADI SAKSI TIMBUNAN KONDOM

SENAYAN, WARTA KOTA - Permesuman di gedung wakil rakyat di Senayan sudah jadi rahasia umum. Hingga Rabu (6/12) atau sepekan setelah terbongkarnya skandal anggota Fraksi Partai Golkar Yahya Zaini dan pedangdut Maria Eva, aroma permesuman masih terasa.

Di saluran pembuangan air dari Gedung Nusantara I, II, III, dan IV Gedung DPR, masih bisa ditemukan kondom bekas terpakai. Pusat pengaturan saluran pembuangan air itu sendiri terletak persis di depan kafetaria di dekat lobi gedung Nusantara I. Sekilas, bangunan penutup saluran pembuangan ini mirip dengan bangunan gardu listrik. Setiap paginya saluran ini dibersihkan. "Hampir setiap hari ada saja kondom yang ditemukan," ujar pengawas saluran.

Petugas ini memastikan kondom itu berasal dari dalam gedung DPR karena saluran dari pipa ini tidak tercampur dengan saluran dari luar gedung. Tapi petugas ini tidak pernah melihat secara langsung kegiatan esek-esek di gedung DPR. "Kalau lihat sendiri belum. Tapi dengar-dengar sudah sering," paparnya.

Berbeda dengan petugas saluran air, petugas pengamanan dalam (pamdal) gedung menegaskan bahwa semua orang sudah tahu adanya esek-esek di kompleks ini. "Dulu ada office boy langsung dipecat lantaran memergoki anggota dewan (DPR) yang sedang berselingkuh," ungkapnya.

Karena itulah kini para pegawai kebersihan yang setiap hari bertugas memasuki ruang kerja anggota DPR pada bungkam seribu basa. "Itu kan masalah pribadi, jadi tidak usah dibicarakan," kata seorang petugas kebersihan.

Petugas ini juga menegaskan bahwa ia belum pernah sekalipun menemukan kondom ketika sedang bersih-bersih. "Anda mungkin salah alamat. Di sini orangnya baik-baik," ujarnya.

Ada empat gedung utama di kompleks rumah wakil rakyat ini, yakni Gedung Nusantara I, II, III, dan IV. Gedung Nusantara I yang memiliki 23 lantai juga digunakan sebagai kantor fraksi-fraksi. Nah, Yahya Zaini yang belakangan dihebohkan berkantor di lantai 12.

Tapi belakangan suasana lantai 12 rada sepi. Pemandangan di sana sangat kontras dengan pemandangan di lantai I yang nyaris ramai setiap hari karena digunakan untuk rapat. Selain gedung utama untuk rapat, ada juga bangunan lain seperti gedung sekretariat jenderal, gedung pelayanan kesehatan, dan kantin.

Sementara itu seorang staf DPR mengatakan bahwa sejumlah anggota DPR yang suka berselingkuh punya selera tinggi. Bagi kelompok ini, harga pasangan tidak jadi soal. Biasanya, kaum perempuan cantik yang menjadi langganan Senayan merupakan anggota sebuah jaringan yang bekerja sangat rapi. "Tapi brokernya atau penyalurnya saya tahu," kata staf pribadi seorang anggota DPR tersebut.

"Bahkan ada yang dipekerjakan sebagai staf pribadi. Nah, kalau bosan, anggota DPR bisa menggantinya kapan saja dia mau," katanya. "Mereka itu berasal dari satu jaringan. Bisa ditukar kapan saja, dibawa ke mana saja, termasuk dalam perjalanan dinas," ujarnya lagi.

Perempuan yang menjadi staf dadakan seperti ini digaji dari kocek pribadi anggota DPR. "Honornya secara bulanan, di luar tips harian, di luar tanggungan biaya rumah kontrakan, dan sebagainya," katanya.

Anggota DPR yang takut-takut memilih mencari pasangan dari luar. Perempuan bebas seperti ini bisa ditemukan di beberapa rusun, dengan tarif termurah Rp 10 juta. Pascareformasi tahun 1998, gedung DPR tak ubahnya pasar kaget. Tak bisa lagi dibedakan antara wartawan yang bertugas mencari berita dan pemasok perempuan yang berkeliaran di sana. Suasana seperti itu pula yang bisa mengelabui masuknya perempuan-perempuan cantik di Senayan. Perempuan seperti itu dikenal sebagai "sekwilda" alias suka memamerkan sekitar wilayah dada. SOURCE : http://indonesia.faithfreedom.org/forum/kondom-bertebaran-di-gedung-dpr-amoralitas-bangsa-ini-t8232/

MENUNGGU TWEET TIFSEMBIRING TENTANG ARIFINTO

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring didesak segera berkomentar terkait kasus Anggota DPR Fraksi PKS Arifinto yang tertangkap tangan tengah membuka situs porno saat sidang paripurna DPR.

"Seharusnya Pak Tifatul cepat tanggap, dan menjadikan ini sebagai kebocoran, tidak hanya di PKS saja, tapi untuk bangsa ini juga," ujar aktivis antipornografi, Peri Umar Farouk kepada INILAH.COM, Jumat (8/4/2011) malam.

Komentar Peri tersebut menanggapi sikap diam Tifatul terhadap kasus memalukan yang melibatkan kader PKS, partai yang pernah membesarkan dirinya itu. Menurut Kordinator Gerakan Jangan Bugil Di Depan Kamera itu, komentar Tifatul sangat dinantikan bukan sebagai mantan Presiden PKS saja, tapi sebagai Menkominfo yang sudah sohor sebagai pejabat negara yang tegas terhadap pornografi.

"Kalau pun (Airfintio) bukan dari partainya, kebijakan tentang pornografi tetap harus diteruskan Tifatul," tegas Peri.

Sebelumnya diberitakan kalangan pegiat Twitter, menanti-nanti kicauan Menkominfo Tifatul Sembiring mengenai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tertangkap basah melihat-lihat gambar porno saat berlangsung sidang paripurna di gedung DPR, Jumat (8/4/2011).

Tifatul adalah mantan Presiden PKS yang juga seorang tweep aktif. Ia kerap nge-tweet terutama berkaitan hal-hal yang menyangkut pekerjaannya. Misalnya, ketika ia berjuang mati-matian untuk memblokir situs porno. Supaya masyarakat Indonesia tidak tercemar pornografi, Tifatul pernah mati-matian meminta BlackBerry untuk memblokir situs porno.

Terkait sikap diam Tifatul seperti itu, Peri menilai menteri yang gemar berpantun itu amat sangat terkejut dan tengah mencari pilihan sikap yang tepat. "Mungkin dia shock juga, dan hanya ingin memebuat komentar yang tepat, tidak memancing kritik lagi," tandas Peri. http://www.inilah.com/read/detail/1401732/arifinto-pks-buka-situs-porno-tifatul-shock

KPAI : Hukum Arifinto untuk Lindungi Moral Anak

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai, tindakan anggota DPR, Arifinto yang menonton materi pornografi saat sidang paripurna DPR sangat merusak moralitas, khususnya anak-anak, yang karenanya harus diberikan efek jera. KPAI pun mendesak aparat penegak hukum mengambil langkah hukum.

”Agar tidak muncul toleransi di tengah masyarakat terhadap pornografi, harus ada tindakan hukum yang keras dan tegas bahwa tindakan tersebut adalah pidana, yang tidak layak dilakukan apalagi oleh anggota dewan yang terhormat”, ujar Wakil Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh melalui rilis kepada detikcom, Sabtu (9/4/2011).

Kejadian tersebut mengundang keprihatinan bagi sejumlah kalangan, termasuk KPAI. ”Terus terang KPAI prihatin dengan kejadian ini. Di saat kita kampanye untuk perang terhadap pornografi, yang salah satunya dengan mengundangkan UU Pornografi, justru sang pembuat Undang-Undang mempertontonkan pelanggaran yang di tengah acara sidang paripurna”, ujarnya.

Lebih lanjut Niam menjelaskan, jika hal ini dibiarkan tanpa tindakan hukum, setidaknya akan muncul dua hal. Pertama semakin memperburuk citra lembaga DPR sebagai lembaga terhormat, dan kedua, masyarakat akan melihat ternyata hukum dibuat untuk dilanggar, dan menjadikan masyarakat sangat permissif serta tidak taat pada hukum.

”Jika ada pelanggaran, toh tidak ada penegakan hukum. Dan jika tidak ada tindakan hukum, dampaknya yang pasti adalah semakin tumbuh suburnya pornografi di Indonesia. Dan ini bahaya bagi perlindungan anak, dan akhirnya akan mengoyak ketahanan bangsa”, tegasnya.

Anggota DPR dari PKS Arifinto tertangkap basah oleh kamera wartawan Media Indonesia ketika sedang menonton video porno saat rapat paripurna DPR. Arifin mengaku jika ia membuka e-mail miliknya karena jenuh mengikuti rapat paripurna.

Arifin mengatakan, ia sudah biasa membuka e-mail saat rapat di DPR. Karena dengan membuka e-mail, bisa membantu pekerjaannya.

"Saya rasa, kan saya biasa buka e-mail pada waktu rapat, membantu pekerjaan tidak ada masalah," katanya.

Arifin juga tetap menampik tudingan jika ia sengaja menonton video porno. Ia menonton video porno secara tidak sengaja, karena membuka link yang dikirimkan seseorang kepadanya.

"Pada waktu saya membuka e-mail, beberapa detik saya membuka, saya dijepret. Seolah-olah sampai kiamat saya nonton," elak Arifinto. http://www.detiknews.com/read/2011/04/09/064843/1612337/10/kpai-hukum-arifinto-untuk-lindungi-moral-anak?9911012

TIFSEMBIRING AKAN LACAK EMAIL (SUDAH DI HAPUS KENAPA HARUS DILACAK)

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menegaskan akan melacak asal usul video porno yang diakses Anggota DPR Fraksi PKS, Arifinto saat mengikuti sidang paripurna di Gedung DPR.

"Saya akan segera perintahkan staf untuk melacak asal-usul gambar porno itu. Dari mana sumber asal usulnya kita bisa lacak itu," ujar Tifatul melalui siaran persnya kepada INILAH.COM, Jumat (8/4/2011).

Tifaul juga mengaku merasa miris dengan perilaku rekan sejawatnya sesama kader PKS itu yang tertangkap kamera wartawan yang meliput sidang paripurna tersebut. Ia mengkhawatirkan hal itu hanya akan memperburuk citra DPR yang saat ini tengah disorot DPR.

Arifinto sebelumnya berkilah bahwa dirinya hanya membuka kontent porno tersebut dari email yang dikirim padanya. Terkait pengakuan itu, jika memang benar, menurut Tifatul, Arifin bisa dikatakan sebagai korban. "Tapi kalau aktif mencari-cari berarti dia salah," tuturnya.

Tifatul juga menegaskan bahwa selama ini Kementerian Kominfo selalu aktif memblokir situs porno. Meski diakui hanya baru 90 persen situs yang berhasil diblokir.

Sebagaimana diberitakan, Anggota DPR Fraksi PSK Arifinto tertangkap kamera sedang melihat gambar porno saat sidang paripurna penutupan masa sidang III tahun 2010-2011, Jumat (8/4/2011).

Arifinto mengaku mendapatkan link email. Setelah diklik ternyata isinya gambar porno. Ia mengaku menghapus gambar tersebut setelah melihatnya. http://www.inilah.com/read/detail/1401742/tifatul-akan-lacak-email-porno-arifinto-pks