Friendster Tutup 31 Mei Siapa Mau Perduli ??, Delicious Dibeli Pendiri Youtube

Friendster, situs pelopor jejaring sosial yang diluncurkan tahun 2002 sebelum era Facebook, sudah berjuang selama bertahun-tahun untuk melanjutkan keberadaannya.

Friendster Selasa (26/4) mengumumkan bahwa mereka akan segera mengungkapkan desain ulang yang ditujukan untuk memberi identitas baru Friendster - tetapi sebagai bagian dari pembaruan itu Friendster berencana menghapus data para pengguna yang tersimpan di situs itu.

Sebuah email dikirim pada Selasa kepada para pengguna terdaftar, memberitahukan untuk menantikan "situs Friendster yang baru dan disempurnakan dalam beberapa minggu ke depan", kata CNN dalam laporannya.

Friendster juga memperingatkan mereka bahwa akun profil mereka yang ada saat ini, foto-foto, pesan-pesan, posting blog dan lainnya akan dihapus pada 31 Mei. Profil dasar dan daftar teman akan disimpan bagi setiap pengguna.

Friendster menawarkan aplikasi pengekspor dalam situs mereka yang memungkinkan para pengguna mengunduh konten mereka atau memindahkannya ke situs pihak ketiga seperti FLickr atau Multiply. Friendster tidak merinci identitas baru dimaksud, tetapi tampaknya memosisikan diri sebagai tujuan permainan tidak resmi.

Situs itu mengumpulkan hampir 50 juta dollar dari para penanam modal selama bertahun -tahun, tetapi masalah teknis dan kegagalan umum untuk bersaing dengan waktu ditakdirkan lari juga statusnya.

Traffic Friendster dan jumlah pengguna aktif tetap rendah. Pemilik saat ini, perusahaan internet Malaysia, MOL Global, membeli situs itu akhir tahun 2009 dikabarkan dengan harga 26 juta dolar.

Bila Friendster tidak mampu bangkit, ia akan menjadi korban lain dari kerajaan Facebook, yang hampir menendang pesaing lain seperti MySpace dalam upayanya menuju dominasi total Internet.

Game dan aplikasi lain sudah meledak dalam platform ini, melahirkan perusahaan seperti pembuat FarmVille Zynga dan bahkan berbagi hasil dari keuntungan mereka.

Facebook saat ini memiliki paten dari banyak fitur jejaring sosial yang kepopulerannya dibantu Friendster. Facebook diam-diam membeli portofolio paten Friendster dari MOL tahun lalu, memberi hak kepemilikan intelektual untuk penemuan seperti menghubungkan para pengguna dalam jaringan sosial, mengaitkan informasi terkait dengan database di luar, dan menarik para pengguna untuk mengunggah dan membagi konten mereka sendiri. - id.berita.yahoo.com -

* * * * * * * * * *

Delicious Dibeli Oleh Duo Pendiri YouTube

Akhirnya, perjalanan Delicious akan menemui babak baru. Setelah dikabarkan akan dijual oleh Yahoo! dan sedang menemukan calon pembeli, kini secara resmi kepemilikan layanan social bookmarking yang sangat populer di masanya telah menemukan pemilik baru, yaitu duo founder dari YouTube, Chad Hurley dan Steve Chen.

Dari rilis resmi yang dimuat situs Avos, yang merupakan perusahaan baru yang akan menjadi perusahan ‘induk’ dari Delicious, dijelaskan bahwa Yahoo! telah sepakat menjual Delicious pada para founder YouTube ini. Tidak ada nilai nominal pembelian yang disebutkan.

Yahoo! tetap akan mengoperasikan layanan Delicious sampai dengan bulan Juli 2011, sebagai bagian dari masa transisi sebelum semua data akan berpindah ke pemilik baru, Avos. Dari pengumuman di blog Delicious dijelaskan juga bahwa mulai dari sekarang, pengguna akan diarahkan untuk melakukan proses login (opt-in) ke layanan Delicious dan menyetujui proses transfer data bookmark ke pemilik baru Delicious, dengan proses ini, pengguna tetap bisa menyimpan data kontak serta semua data bookmark serta menikmati layanan Delicious tanpa gangguan selama masa transisi.

Avos tetap akan melanjutkan layanan Delicious, yang berarti layanan social bookmarking yang didirikan pada tahun 2003 dan diakuisisi oleh Yahoo! tahun 2005 ini akan tetap melayani para pengguna setia mereka. Rumor dihentikannya layanan Delicious oleh Yahoo! memang sempat memancing banyak komentar serta reaksi dari para pengguna setia.

Duo founder YouTube ini juga telah bersiap untuk membuat pembaruan pada Delicious, mereka berencana untuk menyediakan layanan yang lebih maksimal, membuat situs Delicious lebih mudah dan menyenangkan untuk digunakan serta akan membuat Delicious menjadi lebih ‘lezat’.

Apakah keberhasilan Hurley dan Chen pada layanan YouTube akan terulang kembali di Delicious? Perjalanan yang mungkin tidak mudah, kita tentu masih ingat dengan berita ‘matinya’ Digg karena mulai kehilangan pamor dan pengguna beralih ke layanan berbagi konten lain, termasuk Twitter dan Facebook, belum lagi layanan dari Yahoo! sendiri yang juga ditutup, yaitu Yahoo! Buzz yang berakhir masa layanannya tanggal 21 April yang lalu.

Pembelian ini menjadi menarik, bukan hanya untuk melihat bagaimana strategi Avos akan mengubah Delicious, namun juga bisa menjadi acuandari layanan social bookmarking lokal yang pada tulisan DailySocial sebelumnya juga dikabarkan sedang mempersiapkan strategi mereka masing-masing dalam menghadapi persaingan di segmen layanan untuk berbagi konten. - detikinet.com -