Heboh Kasus Kriminal Lian Febriani PNS Kemenhub Ditemukan Tewas Membusuk di Mobil

Lian Febriani, PNS Kemenhub yang Menghilang Sejak Kamis Lalu

Keluarga besar dari Bapak Hambali kini sedang dirundung cemas. Lian Febriani, putri kedua dari 4 bersaudara hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Lian menghilang sejak Kamis (7/4) lalu.

"Kita sudah lapor ke kantor Kementerian Perhubungan, tempat mba kerja dan kepolisian. Tapi sampai sekarang belum ada kabar," ujar adik Lian, Novita kepada detikcom, Sabtu (9/4/2011).

Lian merupakan PNS Kemenhub angkatan 2010. Kamis siang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Komunikasi dan Informatika. Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia mau bertemu dengan seseorang di Jl Tanah Abang. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya.

"Tas, dompet sama Handphone juga masih ditingal di meja kerjanya. Mba hilang tidak bawa apa-apa," ujar novita.

Lian sendiri sudah berkeluarga, kini sang suami Santo Simanjuntak juga terus mencari keberadaan sang Istri. "Kasian anaknya nangis terus. Mba sudah punya anak, namanya Nadin umurnya 1 tahun 6 bulan," terang Novi.

Sejak menghilang, Lian tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya. Akibatnya keluarga dan rekan-rekan di Subdit Peralatan & Utilitas Bandar Udara, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tempat Lian bekerja terus mencarinya.

"Mba pakai jilbab warna biru dongker, baju dinas PNS warna Abu-abu. Tinggi kurang lebih 157 cm, kulit Putih," terang Novi.

Keluarga Lian yang saat ini berkumpul di Jl Keran 5, RT 1/3, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, No 27. Bagi anda yang mengetahui informasi seputar keberadaan Lian, bisa menghubungi di Nomor 0852.8213.9583.

"Kasihan anaknya yang masih kecil nangis terus mas, nyari Ibunya," ujar Novi meratap. http://www.detiknews.com/read/2011/04/09/073533/1612339/10/lian-febriani-pns-kemenhub-yang-menghilang-sejak-kamis-lalu?n991101605

Polisi Duga Pembunuh Lili Adalah Sopir Pribadinya

Jakarta - Polisi menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah Lili Isadharma. Penyelidikan polisi mengindikasikan pelaku pembunuhan diduga adalah sopir pribadi korban.

"Ada indikasi pelakunya adalah sopir korban," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Johari Bule saat dihubungi detikcom, Senin (14/3/2011).

Kecurigaan polisi yang mengarah ke sopir korban, dikarenakan sopir tersebut hingga saat ini tidak ditemukan dan uang yang dibawa oleh korban sebesar Rp 500 juta tidak ditemukan lagi.

"Sopirnya menghilang dan saat ini sopirnya sedang dilacak keberadaannya," kata Johari.

Terkait motif pembunuhan korban, Johari masih belum bisa menyimpulkan. Polisi saat ini masih terus mengembangkan penyelidikan. Kasus ini sendiri sekarang ditangani oleh bidang Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polda Metro Jaya.

"Pada prinsipnya, motif akan terungkap saat pelaku sudah tertangkap," jelasnya.

Seperti diketahui, polisi menemukan Lili di pelataran parkir Yayasan Jabar Agung, Rumah Duka, Jelambar, Grogol, Jakarta Barat. Saat ditemukan, kondisi Lili sudah membusuk dalam mobil Mercedes Benz C240 bernomor polisi B 126 LB.

Korban sendiri sudah menghilang sejak 28 Februari 2011. Saat hilang, korban dipastikan pergi bersama dengan supirnya. Saat pergi dengan supirnya, Lili membawa uang sejumlah Rp 500 juta. http://www.detiknews.com/read/2011/03/14/211834/1591618/10/polisi-duga-pembunuh-lili-adalah-sopir-pribadinya?nd992203605

Jenazah Lili Ditemukan Membusuk di Mobilnya

Jakarta - Jenazah Lili Isadharma, wanita yang hilang usai mendatangi kargo Bandara Soekarno-Hatta, ditemukan di mobil pribadi miliknya. Diduga Lili sudah tewas sejak dua minggu lalu.

"Jenazah korban ditemukan di dalam mobil pribadi miliknya. Jenazah berada di jok kiri depan sebelah supir," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Johari Bule saat dihubungi detikcom, Senin (14/3/2011).

Johari menambahkan, polisi menemukan mobil Lili di pelataran parkir Yayasan Jabar Agung, Rumah Duka, Jelambar, Grogol, Jakarta Barat. Saat ditemukan kondisi Lili sudah membusuk dalam mobil Mercedes Benz C240 bernomor polisi B 126 LB.

"Ditemukan siang tadi dengan kondisi membusuk. Kemungkinan sudah tewas sejak 2 minggu yang lalu," katanya.

Belum bisa dipastikan apa penyebab kematian Lili. Polisi masih menunggu hasil visum.

"Kita tunggu hasil visum dulu saja," imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Johari, korban sudah menghilang sejak 28 Februari 2011. Saat hilang, korban dipastikan pergi bersama dengan supirnya.

Menurut cerita keluarga, saat pergi dengan supirnya itu Lili membawa uang sejumlah Rp 500 juta. Johari pun tengah menyelidiki informasi itu.

"Kita juga dapat info dari anak korban, yang bersangkutan bawa uang Rp 500 juta, tapi ini masih kita dalami, kita masih melakukan penyelidikan," tandasnya.

Kabar tewasnya Lili juga dibenarkan anak kandungnya Edward Hakim. Hanya saja dia belum bersedia bercerita panjang saat dimintai kronologi peristiwa penemuan jenazah ibunya.

"Iya (sudah ditemukan)," ujar anak Lili, Edward Hakim singkat.

Lili tidak lagi diketahui keberadaannya usai mendatangi kargo Bandara Soekarno-Hatta pada 28 Februari 2011. Kedatangan Lili ke tempat itu untuk melihat toko dan mengambil uang setoran.

Lili tinggal di Citra I Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Perempuan berusia 56 tahun ini mempunyai ciri-ciri berambut hitam lurus sepundak, wajah oval dengan hidung lurus dan berkulit sawo matang. Keluarga mencurigai "tangan kanan" Lili terlibat dalam kejahatan ini. http://www.detiknews.com/read/2011/03/14/192202/1591564/10/jenazah-lili-ditemukan-membusuk-di-mobilnya?nd992203605