Milan Menang, Inter Kalah Menyakitkan

Milan - AC Milan mengamankan jalan menuju Scudetto denganmembekuk Sampdoria di San Siro, sementara pada saat bersamaan Inter Milan tumbang di kandang Parma.

Milan memegang kendali sejak babak pertama dimulai hingga usai, dengan statistik 73:27 persen. Meski demikian, kedua tim sama-sama melepaskan tiga tembakan dengan satu tembakan mengarah ke gawang.

Milan Menang

Dua sepak pojok langsung didapat Milan hanya satu menit setelah laga bergulir, namun keduanya gagal menghasilkan gol. Begitu pula dengan spekulasi Kevin-Prince Boateng dari luar kotak penalti dua menit kemudian.

Justru Sampdoria yang lebih dulu berhasil melepaskan tembakan yang tepat mengarah ke gawang. Yakni pada menit ke-17. Menerima umpan Vladimir Koman, Daniele Gastaldello melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Namun bola yang mengarah ke sisi kiri gawang berhasil dijinakkan Cristian Abbiati.

Sang kiper harus ditarik keluar lapangan dan digantikan Marco Amelia karena cedera pada menit ke-19.

Satu menit kemudian Milan mencetak gol. Pelanggaran terhadap Boateng menghasilkan tendangan bebas bagi Rossoneri. Clarence Seedorf sang eksekutor sukses menggetarkan jala gawang yang dijaga Gianluca Curci.

Tempo permainan sedikit menurun usai gol tercipta. Peluang baru tercipta kemudian lewat tendangan Robinho dari luar kotak penalti pada menit ke-35.

Alexandre Pato yang baru saja menembus kotak penalti lawan tiba-tiba memberi tanda ke bangku cadangan agar diganti. Sang bomber tampaknya merasakan sakit pada bagian paha kanannya. Antonio Cassano pun masuk pada menit 41.

Hingga wasit Domenico Celi meniup peluit tanda turun minum. Kedudukan masih 1-0 untuk tuan rumah.

Rossoneri tetap tampil trengginas di babak kedua, meski tanpa Alexandre Pato. Sembilan menit babak kedua dimulai, Gastaldello melakukan handball di kotak penalti, memaksa wasit menunjuk titik putih. Cassano yang ditunjuk sebagai algojo tak sungkan-sungkan mengoyak jala gawang mantan klubnya itu. Milan unggul 2-0.

Tertinggal dua gol membuat asa Sampdoria mulai pupus dan menjadi bulan-bulanan tuan rumah. Menit 61 Milan memperbesar keunggulan lewat Robinho, menyambut umpan Cassano dengan sundulan.

Meski membombardir gawang lawan dengan tendangan spekulasi, hanya satu lagi tendangan punggawa Milan yang berhasil mengarah ke gawang. Pada menit 79 tendangan Cassano menyambut crossing Boateng masih bisa diantisipasi Curci.

Laga pun ditutup dengan kemenangan 3-0 untuk Milan.

Pada saat bersamaan, Inter tumbang di kandang Parma lewat satu gol masing-masing dari Sebastian Giovinco dan Amauri.

* * * * *

Inter Tumbang Menyakitkan

Parma - Perjuangan Inter Milan merebut tiga poin di kandang Parma semakin berat setelah tuan rumah unggul satu gol hingga babak pertama rampung.

Meski menguasai jalannya babak pertama, Inter Milan justru takluk atas tuan rumah Parma di Stadion Ennio Tardini pada laga Seri A, Minggu dini hari (17/4/11) WIB.

Statistik menunjukkan Inter menguasai jalannya pertandingan dengan 71:29, Nerazzurri juga melepaskan satu tembakan lebih banyak dari Parma dengan lima tembakan. Namun kedua tim sama-sama hanya berhasil melepaskan satu tembakan yang tepat mengarah ke gawang.

Parma langsung menyerang sejak menit awal. Satu tendangan bebas dan dua sepak pojok didapat hanya dalam waktu empat menit. Di menit kelima, tendangan Alessandro Lucarelli dari dalam kotak penalti masih terlalu tinggi di atas mistar gawang.

Inter yang kesulitan menembus kotak penalti lawan melepaskan dua tembakan spekulasi dari Dejan Stankovic dan Samuel Eto’o, namun keduanya gagal membuahkan hasil.

Hingga menit ke-29, Inter masih berusaha mencuri gol dari luar kotak penalti. Tendangan bebas Stankovic berhasil mengarah tepat ke gawang namun Antonio Mirante cukup sigap mengamankan gawangnya.

Inter kebobolan di menit ke-35. Berawal dari tendangan bebas, Fransesco Modesto mengirimkan bola ke kotak penalti yang berhasil disambut tendangan kaki kiri Sebastian Giovinco. 1-0 tuan rumah unggul hingga wasit Gianluca Rocchi mengakhiri babak pertama.

Permainan Inter tak banyak berubah di babak kedua. Nerazzurri lebih sering melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, baik lewat Giampaolo Pazzini, yang berhasil digagalkan kiper Antonio Mirante, dan Houssine Kharja serta Dejan Stankovic, yang belum bisa mengarah tepat ke gawang.

Melihat lawannya yang tetap kesulitan menembus pertahanan mereka, Parma perlahan balik menyerang dan mendapat tendangan bebas pada menit 85. Pertahanan Inter yang lengah mampu dikelabui Amauri, yang berhasil melesakkan gol dari jarak dekat.

Inter tak bisa membalas satu gol pun hingga laga usai. Parma merebut tiga angka berkat kemenangan 2-0. - inilah.com -