Miris, Heboh dan Gila ... Anak Yang Malahan Minta Ayah Untuk Disetubuhi

LABUHAN-PM-A Lai (45) telah mendekam di sel tahanan Polsek Medan Labuhan usai dilaporkan menzinahi anak kandungnya hingga hamil 5 bulan. Anehnya, Mei-Mei yang dilaporkan sebagai korban pemerkosaan itu, malah mengaku perzinahaan itu terjadi karena permintaannya sendiri.

Itulah pengakuan cewek 17 tahun itu saat ditemui POSMETRO di Mapolsek Medan Labuhan, Rabu (27/4). Mei-Mei juga mengaku begitu menyayangi ayah kandungnya itu. Namun seperti pengakuannya sebelumnya, persetubuhan terlarang itu karena adanya dorongan dari alam gaib.

“Kalau orang lihat aku ini kotor, tapi aku lakukan ini sama ayahku karena aku sayang dengannya. Aku lakukan itu karena perintah dari roh nenekku. Kalau nggak aku terus diganggu makanya aku gitu dengan ayahku,” kata Mei-Mei tampak tenang.

Sebelum melakukan hubungan badan dengan A Lai, Mei-Mei mengaku ada yang aneh dengan tubuhnya. Ia bahkan berulang kali dimimpikan roh yang mengaku neneknya dan memintanya untuk mencari ayahnya, A Lai.

“Aku sudah lama cari ayahku. Waktu aku jumpa sama ayah kami langsung ke pekong, di situ aku kemasukan roh halus dan memintaku harus ikut dengan ayahku. Aku harus ngurus ayahku sampai aku mati,” kata wanita yang hamil 5 bulan ini.

Mei-Mei yang diwawancarai POSMETRO sama sekali tak merasa risih menceritakan peristiwa bersetubuh dengan ayahnya tersebut berlangsung. Seingatnya, hubungan badan tersebut pertama kali terjadi tepat bulan Desember. Dan diawali masuknya roh halus ke tubuh Mei-Mei. Malah saat itu, Mei-Mei yang memaksa ayahnya untuk meyetubuhinya.

“Aku yang duluan nyuruh ayahku untuk gituin aku. Kami gitu cuma 4 kali, itupun ketika aku disuruh saat roh nenekku datang. Kalau nggak disuruh roh nenekku kami nggak bisa gitu, nanti aku bisa sakit,” kata Mei-Mei yang tak ingin pulang sejak ayahnya ditahan polisi.

Karena itu, Mei-Mei keberatan kalau ayahnya ditahan polisi. Sebab ayahnya sama sekali tak pernah memaksanya untuk berhubungan badan. “Aku sayang sama ayah. Aku nggak mau ayahku susah. Itu pesan dari roh nenekku, makanya aku harus jaga dia. Kalau abang nggak percaya tanya aja ke pekong. Kalau orang yang tahu pasti dia bisa lihat apa yang ada di badanku,” cerita Mei-Mei dengan gelagat seperti orang kerasukan.

Terpisah, A Lai yang ditemui POSMETRO di sel tahanan juga mengaku heran kenapa perbuatan terlarang itu bisa mereka lakukan. “Aku nggak tahu bang, yang pasti tanya dia ajalah. Memang aku melakukannya sadar, tapi dia yang maksa dan kalau nggak aku lakukan dia katanya akan sakit makanya aku lakukan,” kata A Lai. (ril/bud)

Dijual Ibu Kandung ke Batam

Perjalanan hidup Mei benar-benar pahit, pasalnya anak sulung dari 2 bersaudara ini pernah dijual ibu kandungnya kepada lelaki hidung belang di Batam. “Waktu ayahku sudah pisah dengan mamak, aku pernah dibawa mamak ke Batam. Waktu itu usiaku 15 tahun. Aku dijual sama orang batak, aku dituduri satu malam, besoknya aku langsung kabur lari ke Tanjung Balai,” cerita Mei-Mei.

Dijelaskan Mei-Mei, dia tak tahu dimana adiknya. Hanya saja menurut roh yang ada ditubuhnya, adiknya itu telah di jual di Jakarta sejak kecil. “Aku dari dulu nggak pernah lihat adik aku, karena mamakku menjualnya dengan orang lain. Aku tahu karena dibilang yang ada di belakangku. Mamakku jahat, sekarang pun dia kerjanya nggak bagus di Batam itu, kata roh ditubuhku. Aku juga tahu ciri-ciri adikku walau aku nggak pernah liat dia sama sekali,” cerita Mei-Mei dengan logat anehnya.

Disinggu soal mahkotanya, Mei-Mei mengaku ayahnya menidurinya memang sudah tidak perawan lagi. “Aku memang dah nggak perawan lagi pas digituin bapakku. Tapi aku tetap sayang sama bapak. Aku nggak mau bapakku dipukul, nanti aku marah,” kata Mei-Mei meneteskan air matanya. (ril/bud)

Ngotot Temani Ayah di Sel

Sehari ditahannya A Lai di sel tahanan Polsek Medan Labuhan, Mei-Mei tak ingin jauh dari ayahnya. Malah ia memaksa untuk terus menemani A Lai. “Aku nggak mau pulang, aku tetap disini sampai pak polisi mau mengeluarkannya. Aku disuruh jaga ayahku, kalau nggak roh nenekku marah kalau pisah dari ayahku,” kata Mei-Mei.

Disinggung soal kandungannya, Mei-Mei mengaku akan tetap melahirkan janin dari ayah kandungnya itu. Sebab keyakinannya, jabang bayi itu adalah titipan roh neneknya. “Aku sayang dengan anak ini, karena ini anakku. Nenek dari mamakku jahat. Mereka rencananya mau ambil bayi ini untuk dijual, makanya aku nggak mau pulang. Pokoknya aku harus besarkan anakku ini. Ada juga yang jaga dia. Anakku ini laki-laki, jadi harus aku jaga baik-baik,” ungkap Mei-Mei sambil sesekali membelalakkan bola matanya.

Keberadaan Mei-Mei di Polsek Medan Labuhan menjadi bahan perhatian masyarakat yang membuat laporan. Mei-Mei juga tampak begitu akrab dengan pengunjung. Malah beberapa pengunjung yang membuat laporan diramal Mei-Mei. Keakuratan ramalan Mei-Mei pun dibenarkan beberapa pengunjung

“Aku nggak main-main ya, ini bukan aku yang lihat tapi yang ada di tubuh aku,” katanya meyakinkan orang-orang yang diramalnya.

Pada saat asik bercerita, Mei mengaku yang bisa melihat di tubuhnya orang-orang pandai. “Di penjara belakang ada kakak yang tahu di tubuh aku, karena kakak itu ada yang jaga tubuhnya, yang jaganya putri. Ini aku di panggilnya,” kata Mei sambil pergi menuju ke sel belakang untuk mengunjungi boru Sembiring yang di sel belakang Polsek Medan Labuhan.

Setelah mereka berjumpa, ternyata secara gaib boru Sembiring memanggilnya untuk membelikkan nasi. Setelah nasi dibelikkan oleh Mei-Mei, mereka saling cerita. Bahkan boru Sembiring mengaku kalau yang ada di tubuh Mei-Mei adalah punya orang karo yang dititipkan oleh mendiang neneknya. Hal itu dibenarkan Mei-Mei, karena nenek dari ayahnya orang karo. “Kan dah aku bilang kakak ini tahu, makanya aku suka main dengan punya kakak ini,” kata Mei-Mei polisi yang berjaga heran. - posmetro-medan.com -