Peneliti Temukan Bekas Peradaban di DAS Bengawan Solo

Peneliti dari Puslitbang Budaya Badan Pengembangan Sumber Daya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menemukan adanya bekas peradaban dan permukiman di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

Salah satu peneliti Puslitbang Budaya Badan Pengembangan Sumber Daya Kemenbudpar, Titi, di Jakarta, Jumat (29/4/2011), mengatakan, DAS Bengawan Solo menyimpan banyak cerita tentang pusat peradaban manusia.

“Berdasarkan penelitian kami, berbagai artefak dari masa Hindu-Buddha ditemukan di desa-desa yang terletak di sekitar DAS Bengawan Solo. Penemuan tersebut mengindikasikan adanya pemukiman di daerah tersebut,” kata Titi.

Menurut Titi, selama penelitian pihaknya menemukan berbagai artefak di antaranya keramik yang berasal dari masa pemerintahan kolonial Belanda. “Keramik yang kami temukan berasal dari abad ke-10 sampai masa Kolonial Belanda. Keramik itu didominasi oleh keramik masa Song di abad 11-13 Masehi,” katanya.

Penemuan tersebut, tambah Titi, selaras dengan data prasasti yang menyebutkan bahwa wilayah tersebut telah dihuni sejak abad ke-11 Masehi.

Penelitian itu Juga membuktikan kebenaran Prasasti Tlan (904 M) yang mengungkapkan bahwa Bengawan Solo merupakan jalur transportasi karena adanya perahu tambangan yang digunakan untuk menyeberangkan penduduk dari satu desa ke desa lain.

Perahu tambangan adalah sebuah perahu tanpa mesin yang dikayuh oleh dua awak perahu. Perahu tersebut ditemukan di sejumlah desa di DAS Bengawan Solo.

“Ini mungkin merupakan tradisi dari masa lalu, mengingat di beberapa prasasti menyebutkan adanya tambangan yang melayani penyeberangan,” ujar Titi.

Prasasti lainnya yang menyebutkan tentang tambangan ini adalah prasasti Canggu (1358 M) yang berasal dari masa Majapahit.

Puslitbang Kemenbudpar mengadakan penelitian mengenai DAS Bengawan Solo dengan menggunakan metode studi kepustakaan, survei, dan eskavasi (penggalian arkeologi).

Hal itu dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai potensi peninggalan budaya masa Mataram Kuno melalui artefak yang ditemui di DAS Bengawan Solo di Kecamatan Cepu.

Selain itu, peneliti melihat jalur-jalur sungai yang dapat dipakai sebagai sarana transportasi di DAS Bengawan Solo dan anak-anak sungainya di Kabupaten Blora. - surya.co.id -