Wow ... Dua Ratus Mahasiswa ITB Diduga 'Drop Out' Akibat NII

Peneliti sejarah Darul Islam (DI) dan Negara Islam Indonesia (NII) Sholahudin mengatakan sebanyak 200 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) diduga drop out akibat aktivitas NII. "Itu pernah ada penelitiannya," kata Sholahudin dalam diskusi dengan topik NII dan Radikalisme di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 30 April 2011.

Namun, Sholahudin sendiri tak meyakini kebenaran penelitian tersebut. "Enggak tahu itu benar karena NII atau kuliahnya yang berat," ujarnya. Tapi, yang menarik adalah bagaimana gerakan ini bisa masuk di kampus seperti ITB yang dikenal sangat selektif. Bahkan dari kalangan Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah pun sulit masuk kampus ini.

Menurut dia, dua organisasi besar ini sulit masuk karena kuatnya pengaruh Masjid Salman di ITB. Masjid Salman yang dipimpin oleh Imam Abdurrohim, kata dia, merupakan organisasi Islam yang punya pengaruh kuat dan dominan.

"Kelompok kuat radikal justru masuk melalui pembinaan dari kelompok sejak SMA," kata Sholahudin. Ketika telah menjadi mahasiswa, mereka sudah bisa melakukan perekrutan.

Paham NII yang berkembang di ITB sudah dibina sejak SMA. "Sama dengan tarbiyah, mereka dibina jauh sebelum kuliah," katanya.

Dia mencontohkan paham NII juga sudah ada di SMU Negeri 3 Bandung, yang merupakan sekolah menengah favorit di Bandung sejak 1985. Lulusan sekolah itu bisa menyebar ke perguruan-perguruan tinggi dan universitas terbaik di Indonesia. - tempointeraktif.com -