6 Cara Menghindari Perceraian

Interaksi sederhana dan hangat yang dapat menjaga kekuatan cinta dalam rumah tangga kita. Saat kita membaca sumpah pernikahan, kita pasti membayangkan peristiwa-peristiwa besar yang siap kita hadapi bersama, yaitu keadaan suka dan duka. Dan tanpa disadari kita pun mulai melupakan kebiasaan-kebiasaan simpel yang biasa kita lakukan sewaktu berpacaran. Kebiasaan-kebiasaan yang dengan mudah menghangatkan suasana dan dengan cepat menyakinkan kita, bahwa si dia adalah pasangan yang tepat.

Mengapa romantisme simpel itu terlupakan? Karena kebanyakan dari kita berpikir, saat memasuki ikatan pernikahan maka tak perlu pembuktian. Tidak seperti saat masih pacaran, segala hal ditempuh untuk menyakinkan diri dan pasangan bahwa cinta yang kita punya sangat kuat untuk menyempurnakan hidup yang dijalani.

Kita lupa, keyakinan untuk menikahi pasangan karena Anda dan pasangan setiap hari coba untuk merawat cinta yang ada. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan interaksi romantis yang kemudian membentuk rasa nyaman ketika bersama. Dan hal ini yang akan secara alamiah menguatkan ikatan cinta yang kita punya.

Ayo coba ingat-ingat, kapan terakhir kali kita mengekspresikan cinta atau melakukan hal-hal romantis pada pasangan? Prevention pun bertanya kepada para ahli, kebiasaan-kebiasaan simpel apa yang bisa membuat pasangan semakin jatuh cinta dan menguatkan ikatan pernikahan. Dan inilah jawaban para ahli:

1. Makan Malam Romantis

Cobalah untuk membuat jadwal makan malam hanya berdua, bisa sebulan sekali atau tiga bulan sekali. Jelajahi tempat-tempat makan romantis bersama, ini akan jadi bumbu pemanis dalam keriuhan mengurus anak dan rumah. Setidaknya ini yang ditemukan Arthur Aron, PhD., psikolog sosial dari Stony Brook University.

Menurut Aron, saat kita sama-sama mencari tempat makan baru maka ada kesenangan baru yang dapat kita nikmati bersama. “Dan dalam pernikahan, hal ini akan menciptakan energi baru yang akan menguatkan ikatan pernikahan.” Atau jika kita dan pasangan termasuk orang yang suka berpetualang, buatlah aktivitas baru yang diikuti berdua seperti hiking, ikut kelas masak, atau wisata budaya.

“Pilihlah kegiatan yang belum pernah kita lakukan bersama sebelumnya. Sebagai reward-nya, pengalaman baru ini akan membuat otak mengeluarkan hormon dopamin yang merupakan hormon cinta,” papar Aron.

2. ‘Putar’ Kembali Kejadian-Kejadian Lucu Saat Berpacaran

Anak-anak kita bisa jadi merasa cerita semasa pacaran kita bersama suami adalah old stories, tapi menceritakan kembali pengalaman-pengalaman itu akan membuat kita kembali merasakan indahnya jatuh cinta. Ini terbukti pada penelitian yang dilakukan oleh Appalachian State University.

Perguruan tinggi itu melakukan survei terhadap 52 pasangan. Mereka diminta untuk mengingat kembali cerita-cerita menyenangkan semasa pacaran. Pada pasangan yang sering ‘memanggil’ kembali kenangan lama, merasa pernikahannya lebih bahagia. Sebab ketika mereka memundurkan waktu, mereka mengingatnya dengan penuh tawa dan merasakan kembali awal-awal tumbuhnya cinta.

“Dan sebenarnya saat kita menertawakan hal yang sama bersama orang lain, kita telah memvalidasi kebahagiaan yang sama,” ucap Doris Bazzini, PhD., yang merupakan kepala penelitian tersebut. Jadi, selipkan cerita-cerita menyenangkan saat kita duduk makan bersama seluruh anggota keluarga. Jangan lupa untuk menyelipkan kata-kata cinta yang biasa kita berikan pada pasangan ketika masih berpacaran dulu.

3. Jangan Lupa Tanyakan Apa Yang Terjadi Pada Pasangan Kita Sepanjang Hari Ini

“Bagaimana hari ini sayang, apakah menyenangkan?”. Mungkin terdengar seperti pertanyaan gombal, tapi percayalah, semua orang akan merasa sangat senang ketika ada orang yang menanyakan harinya. Sebab pertanyaan ini akan membuat orang yang kita tanya, merasa tidak menjalani hari-hari sendirian.

Psikolog Angela Hicks, PhD., dari Westminster University, bahkan menyarankan agar kita menanyakan hal itu kepada pasangan sesaat sebelum tidur. Sebab studi yang dilakukannya menemukan fakta, pasangan yang biasa memotivasi sebelum tidur dengan saling bercerita mengenai aktivitasnya seharian penuh, merasa lebih bahagia ketika bangun tidur. Karena malam harinya, mereka merasa ikatan dan intimasi yang terbentuk bersama pasangan semakin kuat. Sehingga di pagi hari, mereka bangun dengan penuh rasa cinta.

4. Saat Berbeda Pendapat, Cobalah Untuk Berargumentasi Dengan Baik, Jangan Merendahkan Pasangan

Coba perhatikan, saat kita masih berpacaran dengan suami, sering kali kita menerima dengan baik perbedaan pendapat. Tapi setelah menikah, kita malah menuntut suami untuk selalu mengikuti apa yang kita mau. Dan modal utama untuk tidak menjadi egois setiap kali terjadi perbedaan pendapat adalah dengan menempatkan kata ‘kita’ sebagai fokus utama.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 154 pasangan suami-isteri yang sudah menikah lebih dari 15 tahun, ditemukan bahwa mereka yang mengunakan kata ‘kita’ setiap kali berargumentasi ketika berbeda pendapat, ternyata lebih jarang mengalami pertengkaran. Plus penggunaan kata ‘kita’ membuat pasangan tersebut menyampaikan argumentasi dengan emosi yang positif.

Hal berbeda terjadi ketika pasangan yang berbeda pendapat, menyampaikan argumentasinya dengan menggunakan kata ‘Aku’ atau ‘Saya’. Emosi yang keluar lebih negatif dan lebih sering merasa pertengkaran dengan pasangan membuat mereka stres.

“Menggunakan kata ‘kita’ saat bertengkar menunjukkan bahwa kedua belah pihak ada dalam posisi tawar yang sama dan dengan kepentingan yang sama,” ucap ketua penelitian Benjamin Seider.

5. Olahraga Bersama, Tak Hanya Menyehatkan Tapi Juga Membuat Kita Lebih Bergairah.

Sebuah penelitian menemukan, 94 persen pasangan yang mengikuti program fitnes bersama memiliki ikatan cinta yang lebih kuat. Sebab ketika berolahraga, mereka bisa saling memotivasi untuk hidup sehat. Plus, sama-sama menyukai olahraga juga membuat pasangan tersebut bisa menemukan aktivitas baru dengan mencoba olahraga-olahraga yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Sementara itu, penelitian lain membuktikan bahwa perempuan lebih percaya diri ketika berhubungan seksual karena rutinitas olahraga membuat tubuhnya semakin seksi. Olahraga juga membuat kita bisa menghalau stres lebih mudah, membuat badan lebih bugar, serta meningkatkan libido. Jadi, masih berpikir panjang untuk rutin olahraga bersama pasangan?

6. Rayakan Kesuksesan Pasangan

Apakah kita memberikan senyuman manis ketika melihat suami pulang membawa hadiah dari bosnya karena target perusahaan berhasil dicapai? Jika iya, maka reaksi simpel itu akan lebih diingat suami ketimbang reaksi panik kita ketika menghadapi masalah. Sebab menurut UCLA, apabila ada seseorang memberikan reaksi bahagia yang sama kepada kita saat berhasil mewujudkan sesuatu, maka kita akan terus mengingat reaksi itu.

Sedangkan pada hubungan suami-isteri, reaksi turut senang dengan apa yang berhasil dicapai pasangan adalah bahasa lain untuk menunjukkan bahwa kita percaya pasangan dapat menyempurnakan setiap tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Inilah yang kemudian akan membuat pasangan semakin percaya diri terhadap setiap hal yang dia lakukan. Dan ketika pasangan merasa diberikan rasa percaya diri dari isterinya, maka dia akan merasa tak ada orang lain yang lebih tepat untuk dicintai kecuali isterinya.

Melihat 6 daftar di atas, sepertinya kita bisa melakukan itu semua dengan baik saat proses pendekatan atau pacaran. Jadi bukan hal yang sulit untuk melakukannya lagi demi membuat rasa cinta yang kita punya tetap tumbuh subur.​